Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masyarakat Jawa Barat Cenderung Antusias terhadap Kendaraan Energi Baru dan Futuristik
Advertisement . Scroll to see content

Dorong Industri Otomotif Nasional, Jawa Barat Kini Jadi Pusat Produksi Kendaraan Listrik

Kamis, 10 September 2026 | 19:39 WIB
  • author Aga Gustiana
Dorong Industri Otomotif Nasional, Jawa Barat Kini Jadi Pusat Produksi Kendaraan Listrik
BYD pamerkan mobil listrik hingga hybrid di GIIAS Bandung 2026. Foto: Mulki Albar.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – PT BYD Motor Indonesia memperluas akses masyarakat Jawa Barat terhadap kendaraan energi baru melalui ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show, GIIAS Bandung 2026.

Pameran yang berlangsung pada 9–13 September 2026 di Grand Sudirman Ballroom, Bandung, menjadi momentum BYD untuk memperkenalkan pilihan kendaraan, teknologi elektrifikasi, sekaligus perkembangan produksi lokal kepada masyarakat Jawa Barat.

Jawa Barat menjadi salah satu pasar penting bagi BYD. Sejak pertama hadir di Indonesia pada 2024 hingga Juli 2026, BYD mencatat penjualan kumulatif lebih dari 12.000 unit di Jawa Barat, dengan kontribusi lebih dari 36 persen terhadap pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.

Perkembangan tersebut turut didukung jaringan BYD Group yang kini memiliki 20 diler di Jawa Barat dan ditargetkan bertambah menjadi 31 lokasi.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Jawa Barat memiliki peran penting dalam perkembangan BYD di Indonesia.

“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi BYD di Indonesia. Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru,” ujar Eagle.

Pabrik Subang Berkapasitas 150 Ribu Unit

Kehadiran BYD di GIIAS Bandung 2026 juga berlangsung tidak lama setelah perusahaan meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat, pada 3 September 2026.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Peresmian pabrik ditandai dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit BYD ke-100.000 yang diproduksi secara lokal.

BYD menyebut penguatan produksi lokal menjadi bagian dari upaya memperbesar keterlibatan perusahaan dalam industri otomotif Indonesia, termasuk pengembangan kandungan dalam negeri dan rantai pasok.

Perusahaan juga menargetkan peningkatan kandungan lokal hingga 60 persen mulai Januari 2027, serta mengembangkan fasilitas yang mencakup manufaktur baterai.

Secara nasional, BYD mencatat penjualan 40.700 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026, atau sekitar 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah keluarga BYD M6, yang kini hadir dengan dua pilihan teknologi, yakni M6 EV dan M6 DM. Sejak diperkenalkan pada 2024, BYD M6 telah digunakan oleh lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia.

BYD M6 EV menggunakan teknologi listrik penuh, sedangkan M6 DM menawarkan teknologi Dual Mode dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan dukungan mesin berbahan bakar ketika diperlukan.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan kehadiran M6 DM merupakan respons terhadap kebutuhan konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara elektrifikasi dengan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.

“Teknologi bukan hanya tentang inovasi, tetapi bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata dan relevan bagi masyarakat,” ujar Luther.

Sementara M6 EV generasi terbaru yang dipasarkan di Indonesia telah diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.

Untuk varian Standar, kendaraan tersebut memiliki kapasitas baterai yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 450 kilometer, tenaga maksimal 150 kW, torsi 310 Nm, dan akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,9 detik.

 

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut