Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Unisba Wisuda 1.280 Lulusan, Mahasiswi Komunikasi Lulus 3 Tahun dengan Cumlaude
Advertisement . Scroll to see content

Beyond Intelligence Jadi Pesan Utama Unisba, Mahasiswa Baru Diminta Jadi Pemimpin Masa Depan

Selasa, 15 September 2026 | 09:34 WIB
  • author Rizal Fadillah
Beyond Intelligence Jadi Pesan Utama Unisba, Mahasiswa Baru Diminta Jadi Pemimpin Masa Depan
Unisba menyambut mahasiswa baru 2026/2027 dengan pesan Beyond Intelligence. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui Prosesi Penerimaan dan Pelantikan Mahasiswa Baru di Aula Utama Unisba, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru yang dihadiri jajaran pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan Unisba. Momentum ini sekaligus menjadi awal perjalanan mahasiswa baru memasuki dunia perguruan tinggi.

Di hadapan mahasiswa baru, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengajak mahasiswa menjadikan kampus bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik.

Menurutnya, Unisba harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, menemukan potensi diri, membangun persahabatan, sekaligus mempersiapkan diri agar mampu memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

“Selamat datang di Universitas Islam Bandung. Selamat datang di rumah baru untuk belajar, bertumbuh, menemukan jati diri, membangun persahabatan, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Harits.

Unisba Tekankan Konsep Faqih Fiddin

Sejak awal berdiri pada 1958, Unisba memiliki amanah untuk melahirkan calon pemimpin yang menguasai ilmu sekaligus memiliki pemahaman nilai-nilai Islam.

Harits menjelaskan, konsep Faqih Fiddin menjadi salah satu landasan penting dalam membentuk lulusan Unisba. Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki keahlian profesional, tetapi juga harus mampu mengintegrasikan ilmu yang dimiliki dengan nilai-nilai Islam.

“Para pendiri kita tidak ingin Unisba hanya mencetak dokter yang hanya tahu obat, ekonom yang hanya tahu angka, sarjana hukum yang hanya tahu pasal, atau insinyur yang hanya tahu bangunan. Itu tidak cukup,” katanya.

Menurut Harits, seorang profesional yang Faqih Fiddin harus mampu menggunakan keahliannya bukan hanya untuk mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui tema Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, yakni “Beyond Intelligence: Islamic, Inclusive, and Impactful.”

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kecerdasan mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan akademik.

Beyond Intelligence mengingatkan kita bahwa kecerdasan sejati adalah ketika ilmu yang kita miliki mampu membentuk cara kita bersikap, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Mahasiswa Unisba Diminta Jadi Pribadi Inklusif dan Berdampak

Selain menekankan kecerdasan, mahasiswa baru Unisba juga diajak membangun lingkungan kampus yang inklusif.

Harits meminta mahasiswa mampu menghargai perbedaan latar belakang, karakter, pemikiran, hingga pengalaman. Perbedaan tersebut, menurutnya, seharusnya menjadi kekayaan yang memperkuat kehidupan kampus, bukan alasan untuk saling menjauh.

“Jadikan perbedaan tersebut sebagai kekayaan, bukan sebagai alasan untuk saling menjauh. Belajarlah untuk mendengarkan, menghargai, bekerja sama, dan tumbuh bersama,” pesannya.

Ia juga mendorong mahasiswa mulai memberikan kontribusi dari lingkungan terdekat. Kontribusi itu dapat diwujudkan melalui kegiatan perkuliahan, organisasi, komunitas, maupun lingkungan keluarga.

Untuk memperkuat karakter mahasiswa, Rektor Unisba memperkenalkan tiga Spirit Perjuangan Unisba, yakni Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.

Ketiganya menggambarkan semangat untuk berjuang, kemampuan berpikir secara mendalam, serta keberanian menghadirkan pembaruan.

“20 tahun lagi, kalianlah yang diharapkan menjadi Mujaddid itu,” ujarnya.

Harits juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.

Ia mengajak mahasiswa mengubah cara pandang dari sekadar bertanya mengenai apa yang akan diperoleh dari kampus menjadi apa yang dapat diberikan melalui Unisba.

“Jangan hanya bertanya, ‘Apa yang akan saya dapatkan dari Unisba?’ Tetapi mulai biasakan bertanya, ‘Apa yang dapat saya berikan melalui Unisba?’” katanya.

Pesan tersebut dilengkapi dengan ajakan untuk menjaga salat, akhlak, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Jadilah mahasiswa yang unggul dalam intelektualitas, kuat dalam spiritualitas, luas dalam pergaulan, dan nyata dalam kontribusi,” tegasnya.

Unisba Masuk 19 PTS Terakreditasi Unggul di Jabar-Banten

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., turut memberikan pesan kepada mahasiswa baru Unisba.

Ia menyebut Unisba sebagai salah satu dari 19 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten yang telah memperoleh akreditasi unggul dari 417 perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IV.

Menurut Lukman, capaian tersebut menunjukkan Unisba telah melalui proses penilaian oleh lembaga akreditasi independen berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

“Pilihan kalian adalah pilihan yang sangat tepat berada di Universitas Islam Bandung, karena kampus ini sudah diuji, bukan oleh Unisba, tetapi oleh badan akreditasi yang memang independen,” ujarnya.

Meski telah meraih akreditasi unggul, Lukman meminta mahasiswa tidak berhenti pada capaian tersebut.

Ia justru mendorong mahasiswa ikut membawa Unisba menuju level yang lebih tinggi, termasuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.

Salah satu kuncinya, kata dia, adalah kemampuan lulusan untuk bersaing sekaligus memperoleh pengakuan di tingkat internasional.

“Unisba bisa menjadi perguruan tinggi kelas dunia ketika kalian menjadi sukses di tingkat internasional dan diakui oleh dunia. Inilah tantangan kalian untuk membangun almamater Unisba yang kalian cintai dan nantinya kalian banggakan,” tuturnya.

Mahasiswa Diminta Bersyukur dan Serius Menjalani Kuliah

Lukman juga mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi masih menjadi sesuatu yang istimewa.

Ia menyebut Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Jawa Barat dan Banten masih berada di kisaran 32-34 persen. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Karena itu, mahasiswa baru Unisba diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh.

“Karena itu, kuliah ini masih sangat istimewa. Kalian harus bersyukur karena tidak semua orang bisa kuliah, apalagi di Unisba,” ujarnya.

Lukman menilai keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Kemandirian, karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan.

Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa juga diminta meninggalkan pola belajar ketika masih menjadi siswa.

“Mulai hari ini insyaallah nama kalian bukan lagi siswa, tetapi mahasiswa. Tolong move on dari pola sekolah dan ubah mindset,” pesannya.

Mahasiswa juga diminta mengelola waktu dengan baik. Lukman mengingatkan bahwa SKS bukanlah “Sistem Kebut Semalam”, melainkan Satuan Kredit Semester yang menuntut proses belajar secara konsisten.

Proses tersebut tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga KKN.

Bekal Mahasiswa Unisba Hadapi Indonesia Emas 2045

Selain persoalan akademik, mahasiswa baru juga diingatkan untuk menjaga integritas. Lukman meminta mahasiswa menghindari praktik menyontek dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat.

Kemampuan akademik, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan karakter serta kecerdasan emosional.

Untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa didorong mengembangkan sejumlah kemampuan penting, mulai dari berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, literasi digital dan data, kolaborasi, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Ketika kalian sukses, bawa ke mana pun ilmu kita. Bekerjalah secara profesional dan selalu jaga integritas, netral, transformatif, adaptif, dan realistis,” pesannya.

Lukman optimistis, mahasiswa baru yang hadir dalam prosesi tersebut kelak dapat mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.

“Kita tidak pernah tahu di ruangan ini akan ada yang menjadi gubernur, menteri, wali kota, profesor, atau apa pun. Insyaallah akan menjadi orang sukses selama kalian mau menjemput kesuksesan itu,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Lukman mengutip pesan Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang menjadi salah satu tokoh yang dikaguminya.

“Keberhasilan itu bukan soal siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling gigih dalam berusaha.”

Ia kemudian mengajak mahasiswa menjadikan hari pertama di Unisba sebagai awal perjalanan baru dengan semangat, tanggung jawab, dan tekad meraih masa depan.

“Sekali lagi, selamat hijrah, move on dari siswa menjadi mahasiswa. Selamat menjemput mimpi-mimpi kalian dan selamat menghadapi tantangan baru di dunia mahasiswa,” pungkasnya.

Tiga Hari Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba

Rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba tidak berhenti pada prosesi penerimaan dan pelantikan. Pada hari pertama, mahasiswa mengikuti berbagai materi mengenai pengembangan karakter, keilmuan, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kehidupan perkuliahan.

Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, Rektor dan jajaran Wakil Rektor, Pandawara, dr. Widi Hadian, SpJP(K), FIHA, Sena Senjani, S.I.Kom., M.I.Kom., Sofiana Indraswari, M.Psikolog, serta Xaviera Putri.

Memasuki hari kedua, mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan dan Pengembangan Pribadi Mukmin, Muslim, Muhsin (P3M).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter Islami mahasiswa Unisba. Melalui P3M, mahasiswa diajak mengenal diri melalui pendekatan Psikologi Islam serta memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam melalui konsep Mukmin, Muslim, Muhsin, Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan berbagai permainan.

Sementara pada hari ketiga, kegiatan dilaksanakan secara daring melalui asesmen psikologi dan penugasan melalui e-Ta’aruf, termasuk sertifikasi AI.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan SIBIMA untuk mengunggah prestasi, SAMAWA untuk mengakses layanan konseling, serta materi mengenai etika komunikasi mahasiswa.

Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya Unisba membangun karakter mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.

Dengan demikian, mahasiswa baru tidak hanya diharapkan tumbuh secara akademik, tetapi juga memiliki nilai, kepedulian, integritas, serta kesiapan untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut