Kebakaran Punclut Berlangsung 12 Jam, 13 Warga Kini Terserang ISPA
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan diduga akibat asap kebakaran lahan di kawasan Punclut, Kota Bandung, bertambah. Data terbaru menunjukkan sebanyak 13 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Berdasarkan data Posko Darurat Kelurahan Ciumbuleuit, total terdapat 23 warga yang terdampak secara kesehatan akibat paparan asap kebakaran lahan di Jalan Rereongan Sarupi, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap.
Dari jumlah tersebut, 13 warga didiagnosis mengalami ISPA. Sementara dua warga mengalami asma, enam orang mengalami myalgia atau nyeri otot, dan dua lainnya mengalami hipertensi.
Para warga yang terdampak tersebut tersebar di tiga RW di Kelurahan Ciumbuleuit. Wilayah tersebut diketahui memiliki sekitar 2.720 kepala keluarga atau 7.262 jiwa.
Asap Kebakaran Punclut Ganggu Kesehatan Warga
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, gangguan kesehatan yang dialami warga diduga berkaitan dengan paparan asap dari kebakaran lahan.
Kebakaran yang berlangsung selama hampir 12 jam tersebut menyebabkan asap menyebar hingga ke kawasan permukiman warga.
“Ini semalam terjadi kebakaran ya, diduga karena ada gas metan di bawah dan kemudian merembet ke atas,” ujar Farhan.
Menurutnya, kepulan asap dari kebakaran lahan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan.
“Jadi selama kurang lebih hampir 12 jam ini telah terjadi kebakaran lahan yang menimbulkan asap gangguan ke mana-mana. Sejauh ini memang warga yang terganggu akibat kebakaran,” tuturnya.
Warga yang mengalami keluhan kesehatan sebelumnya mendapat pemeriksaan di posko kesehatan yang berada di RW 10 Kelurahan Ciumbuleuit.
Setelah mendapatkan penanganan, para warga tersebut diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Kebakaran Punclut Masih Sisakan Tiga Hotspot
Di sisi lain, proses penanganan kebakaran lahan di Punclut masih terus dilakukan. Hingga kini, masih terdapat tiga titik panas atau hotspot di area tersebut.
Kondisi ini membuat petugas harus memastikan api benar-benar padam, terutama karena sumber api diduga berada di bawah permukaan timbunan.
Lahan yang terbakar tersebut juga diduga menjadi lokasi penimbunan sampah ilegal. Pemerintah Kota Bandung berencana menutup dan mensterilisasi lahan untuk mencegah aktivitas pembuangan sampah kembali terjadi.
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung juga akan mengumpulkan data dari berbagai perangkat daerah untuk selanjutnya diserahkan kepada Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup.
“Jadi nanti Dinas Lingkungan Hidup dalam hal ini akan mengumpulkan semua data dibantu oleh semua dinas, lalu kita akan melaporkannya kepada Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup untuk dilakukan penyelidikan awal,” bebernya.
Sekolah di Sekitar Lokasi Juga Terdampak Asap
Dampak asap kebakaran Punclut tidak hanya dirasakan warga. Sejumlah fasilitas pendidikan di sekitar lokasi juga sempat terdampak kepulan asap.
Terdapat dua sekolah dasar (SD) dan satu sekolah menengah pertama (SMP) yang berada di kawasan terdampak.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Kota Bandung memastikan kegiatan belajar mengajar di ketiga sekolah tersebut tetap berjalan.
Pemerintah Kota Bandung masih melakukan pemantauan terhadap kondisi warga dan lingkungan sekitar hingga proses pemadaman kebakaran di lahan Punclut dinyatakan benar-benar selesai.
Editor: Rizal Fadillah