Lolos Standar FIFA, Erick Thohir Pastikan SJH Bandung Layak Gelar Turnamen Internasional
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kabar membanggakan datang dari kancah sepak bola nasional. Stadion Si Jalak Harupat (SJH) yang terletak di Kabupaten Bandung dipastikan lolos verifikasi dan siap sepenuhnya digunakan sebagai arena pertandingan ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.
Kepastian ini diumumkan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir usai melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Peninjauan tersebut turut didampingi oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, Bupati Bandung Dadang Supriatna, serta delegasi resmi dari pihak FIFA.
Dalam kesempatan itu, Erick memeriksa secara teliti berbagai fasilitas utama stadion, mulai dari kualitas rumput lapangan, kelengkapan atribut branding turnamen, hingga kesiapan ruang penunjang bagi tim. Berdasarkan hasil peninjauannya, progress persiapan secara keseluruhan sudah menyentuh angka 80 persen.
“Alhamdulillah, sudah mulai terpasang hampir 80 persen, tinggal di lapangan. Kondisi kualitas lapangan juga sudah disetujui FIFA dalam kondisi yang baik dan bisa dipakai,” ujar Erick Thohir.
Lebih lanjut, mantan pemilik klub Inter Milan ini menegaskan bahwa kelayakan SJH bukan sekadar klaim sepihak dari pemerintah Indonesia. Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut secara langsung telah memvalidasi standar stadion dan menyatakan rumput lapangan sangat siap digunakan.
Erick optimistis rekam jejak SJH yang sukses menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 di masa lalu akan menjadi fondasi kuat. Pengalaman menggelar kejuaraan skala global ini membuka peluang lebar bagi Kabupaten Bandung untuk kembali dipercaya menjadi tuan rumah event internasional berikutnya di masa mendatang.
“Makanya kita hadir di sini. Jadi jangan kaget kalau ada event-event internasional dibawa ke sini lagi,” tegasnya.
Tidak hanya lapangan, Menpora juga memuji standar empat ruang ganti pemain yang tersedia di SJH. Menurutnya, fasilitas modern tersebut terawat dengan baik sehingga investasi besar yang telah dikucurkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkesinambungan.
“Kalau kita lihat ruang ganti ada empat dalam kondisi yang baik. Nah, ini yang kita akan terus jaga,” imbuhnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Erick memastikan bahwa seluruh kebutuhan operasional tim peserta—mulai dari logistik, armada transportasi, hingga akomodasi hotel di Bandung—telah diatur dan ditanggung penuh oleh pihak FIFA.
Menyongsong turnamen akbar ini, sektor keamanan menjadi prioritas utama. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyatakan pihaknya telah menyiagakan sekitar 2.000 personel gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait untuk mengawal jalannya pertandingan agar tetap kondusif.
“Kami dari kepolisian akan menjamin untuk kegiatan ini. Kami siap berjaga,” kata Pipit.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan komitmen penuh jajarannya dalam menyukseskan gelaran internasional ini. Dengan daya tampung stadion yang mencapai kurang lebih 27 ribu penonton, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para suporter setia seperti Bobotoh dan Viking, untuk memenuhi tribun dan memberikan dukungan langsung.
“Bukan hanya ASN, tapi ada Bobotoh, ada Viking, penggemar sepak bola di Kabupaten Bandung. Kita akan terus memberikan dukungan,” serunya.
Guna mengantisipasi kemacetan dan memudahkan mobilitas suporter, Pemerintah Kabupaten Bandung juga telah merancang skema khusus berupa penyediaan layanan shuttle bus dari berbagai titik strategis menuju area stadion. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan para penonton yang hadir.
Editor: Agung Bakti Sarasa