Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Keajaiban Igor Tolic di Persib Bandung: Dari Asisten Jadi Pahlawan Pemutus 'Kutukan' Asia
Advertisement . Scroll to see content

Fasilitas Pemulihan Persib Disorot, Thom Haye Ngaku Pilih Recovery Pakai Tempat Pribadi

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:36 WIB
  • author Aga Gustiana
Fasilitas Pemulihan Persib Disorot, Thom Haye Ngaku Pilih Recovery Pakai Tempat Pribadi
Gelandang Persib, Thom Haye. Foto: Dok. Persib.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gelombang kritik datang dari jenderal lapangan tengah Persib Bandung, Thom Haye. Pemain berlabel Timnas Indonesia tersebut secara terbuka menyuarakan keresahannya terkait padatnya kalender kompetisi yang mesti dilakoni Maung Bandung sepanjang musim 2026/2027, yang tidak diimbangi dengan sarana pemulihan (recovery) memadai dari pihak klub.

Sorotan tajam ini mengemuka usai Persib ditahan imbang Dewa United dengan skor 2-2 pada laga pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/10/2026).

Napas para punggawa Pangeran Biru dipaksa terengah-engah lantaran jeda pertandingan yang teramat singkat. Mereka harus kembali merumput di venue yang sama untuk meladeni tantangan wakil Vietnam, The Cong-Viettel FC, dalam lanjutan matchday kedua Grup E AFC Champions League Two, Rabu (14/10/2026).

Sebelum laga ini, armada asuhan Persib juga baru saja menyelesaikan laga tandang melelahkan ke markas Port FC di Thailand dalam ajang ASEAN Club Championship. Deretan jadwal padat lintas batas negara tersebut memaksa para pemain memeras tenaga tanpa dibekali fasilitas pendukung pemulihan yang ideal.

Menurut Thom Haye, meluasnya kiprah Persib di berbagai panggung internasional musim ini semestinya dibarengi peningkatan infrastruktur pendukung bagi kebugaran pemain.

"Kami tahu apa yang harus kami hadapi sebagai pemain. Musim lalu, kami mencetak sejarah di Asia dan kami sangat senang. Apakah kami benar-benar mendapat penghargaan untuk itu? Kami hanya benar-benar bangga," ujar Thom Haye, Selasa (13/11/2026).

Eks eksponen Eredivisie ini juga menyentil keikutsertaan Maung Bandung di turnamen Shopee Cup yang kian menambah sesak beban tanding, namun tak diimbangi pembenahan fasilitas internal.

"Musim ini, Shopee Cup ditambahkan bagi kami. Namun, bagi kami sebagai satu grup, tidak ada yang berubah. Tidak ada fasilitas yang berubah. Kami tidak bermain di stadion kami sendiri. Kami bepergian ke mana-mana," katanya.

Pilih Tempat Pemulihan Mandiri

Thom Haye menegaskan seluruh elemen tim sudah mengerahkan daya maksimal di lapangan. Kendati demikian, menuntut konsistensi stamina di tengah durasi recovery yang minim merupakan misi yang nyaris mustahil.

Situasi dilematis ini memaksa tim berfokus pada upaya menjaga kesehatan fisik pemain agar tidak tumbang, alih-alih merancang strategi dan merotasi komposisi pemain terbaik.

"Satu-satunya hal yang kami lakukan sekarang adalah berusaha untuk bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir tidak mungkin. Hari ini, Anda lihat para pemain berjuang, mereka harus keluar lagi. Dalam tiga hari kami bermain lagi," ucapnya.

Saking mininya dukungan medis pemulihan di internal klub, Haye bahkan terang-terangan mengaku lebih memilih merogoh kocek pribadi untuk mengakses fasilitas luar.

"Jika saya ingin pergi untuk latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat pribadi daripada pergi ke klub, karena di klub saya tidak bisa menjalani pemulihan," tutur Thom Haye.

Tolok Ukur Pemilihan Pemain Bergeser

Dampak negatif dari ketimpangan ini dirasakan langsung dalam penentuan susunan pemain (starting line-up). Pelatih tidak lagi leluasa memilih pemain berdasarkan analisis taktikal, melainkan semata-mata bergantung pada siapa yang kondisinya paling siap secara fisik.

"Jika Anda ingin menambahkan ajang seperti Shopee Cup, itu harusnya lebih baik. Karena sekarang rasanya, untuk pertandingan berikutnya kami tidak melihat bagaimana memainkan tim terbaik, tetapi kami melihat siapa yang sehat," katanya.

Kendati melemparkan kritik pedas, Haye tetap menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan dan determinasi rekan-rekannya. Persib terbukti mampu mengukir tinta emas dengan membungkam FC Seoul di Korea Selatan pada ajang AFC Champions League Two, serta mencuri kemenangan dari markas Port FC di Thailand.

Hasil positif tersebut menjadi bukti sahih bahwa kualitas Persib sanggup berbicara banyak, meski harus bertarung di tengah tekanan jadwal yang brutal.

"Dan kami bermain di Port, kami tampil luar biasa. Sebenarnya, kami memiliki lebih banyak poin daripada musim lalu saat kami memulai liga. Begitu juga di Asia, kami menang di Korea dan kami menang di Port," ujarnya.

"Jadi sebenarnya, tim ini tampil sangat baik, tetapi rasanya itu hampir tidak mungkin. Satu-satunya hal yang kami lakukan adalah mencoba untuk tetap sehat sebagai sebuah grup," tutup Thom Haye.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut