Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tradisi "Ngencleng" di Polsek Pameungpeuk: Dari Kaleng Bekas Menjadi Jembatan Harapan Warga Miskin
Advertisement . Scroll to see content

Gelaran Bandung 1990, Lestarikan Seni Tradisi-Kembalikan Kejayaan Pop Sunda

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:29 WIB
  • author Agus Warsudi
Gelaran Bandung 1990, Lestarikan Seni Tradisi-Kembalikan Kejayaan Pop Sunda
Nining Meida, penyanyi pop Sunda legendaris, menyampaikan kesan dan pesannya saat konferensi pers Lestari Tradisi: Bandung 1990. (FOTO: AGUS WARSUDI)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gelaran Lestari Bandung 1990 mengusung semangat pelestarian seni tradisi dan mengembalikan kejayaan pop Sunda berlangsung sukses di Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026).

Acara budaya yang digelar oleh Titimangsa bersama Bakti Budaya Djarum Foundation itu, menggabungkan unjuk bakat seniman lokal, pagelaran kesenian Sunda, lomba kesenian, dan bazar kuliner serta kerajinan khas Sunda.

Happy Salma, pendiri Titimangsa dan produser Lestari Tradisi, mengatakan, gerakan Lestari Tradisi berawal dari inisiatif Titimangsa pada masa pandemi melalui pertunjukan daring Taksu Ubud di Bali. Gerakan ini menjadi ruang bagi seniman lintas disiplin dan sanggar untuk kembali berkarya di tengah keterbatasan panggung.

Inisiatif ini kemudian menginspirasi untuk menghadirkan gerakan serupa di Jawa Barat. Pada 2023, bersama Bakti Budaya Djarum Foundation, Titimangsa menyelenggarakan Lestari Tradisi: Sukabumi 1980.

"Acara itu melibatkan sanggar lokal dan seniman tradisi di Sukabumi dan sekitarnya. Tahun ini, perjalanan tersebut berlanjut melalui Lestari Tradisi: Bandung 1990," kata Happy Salma.

Lestari Tradisi: Bandung 1990, ujar Happy, bukan sekadar untuk mencari seru dan gempita. Tetapi meneguhkan kembali identitas budaya di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

"Kadang-kadang kebenaran atau sesuatu yang bagus itu dianggap penting dan eksis berdasarkan dari viral atau tidak. Tetapi kita harus punya kepercayaan diri bahwa sesuatu yang bagus itu tidak selalu harus viral. Kita mau melakukan kegiatan ini karena kita meyakini ada nilai baik di sana," ujarnya.

Happy menuturkan, Lestari Tradisi adalah wujud apresiasi besar untuk para seniman yang teguh menjaga dan mengembangkan seni tradisi. “Acara ini menjadi ruang pengingat untuk menoleh kembali pada kompas kehidupan kita. Dari mana kita berasal. Agar kita tidak gagap dalam melangkah menghadapi masa depan,” tutur Happy.

Sementara itu, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian mengatakan, menjaga budaya tetap hidup bukan hanya tentang mempertahankan tradisi. Tetapi juga memberi ruang agar masyarakat bisa mengenal, menikmati, dan menjadi bagian tradisi itu.

Menurut Renitasari, kesenian, kuliner, dan kerajinan tradisional menyimpan cerita serta nilai penting untuk terus diwariskan. Melalui Lestari Tradisi: Bandung 1990, Bakti Budaya Djarum Foundation ingin menghadirkan suasana pesta rakyat yang hangat.

Tempat masyarakat berkumpul, menikmati beragam kesenian, dan merayakan kekayaan budaya yang mereka miliki.

"Sejalan dengan semangat Tumbuh Bersama Indonesia, kami berharap kegiatan ini dapat mendekatkan masyarakat dengan akar budayanya. Sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia,” kata Renitasari.

Renita menyatakan, oemilihan Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini juga tidak terlepas dari peran kota inidalam perkembangan seni dan budaya Indonesia.

Bandung memiliki sejarah panjang sebagai ruang pertemuan dan perkembangan berbagai ekspresi seni. Di akhir 1980-an hingga 1990-an, Bandung melahirkan hentakan revolusioner melalui pencampuran seni tradisi klasik dengan budaya populer hingga melahirkan Pop Sunda.

"Itu ditandai dengan meledaknya Tari Jaipong karya Gugum Gumbira dan merajanya lagu-lagu pop berbahasa Sunda di kancah nasional," ujarnya.

Kepedulian Happy Salma terhadap keberlangsungan budaya juga hadir melalui karya terbaru bersama rumah produksi Puri Aksara, dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation, bertajuk Di Bawah Langit Kita (Bertemu Para Penjaga Budaya).

Serial dokumenter yang disutradarai dan dipandu Happy Salma itu, terdiri atas tiga episode berdurasi maksimal 15 menit. Serial tersebut mengajak penonton mengenal sosok-sosok yang dengan ketekunan dan kecintaan terus merawat warisan leluhur di tengah perubahan zaman.

Lestari Tradisi: Bandung 1990 dirancang sebagai sebuah festival interaktif yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Acara mulai dibuka atau open gate pukul 14:30 WIB. Area bazar dengan Pesta Rakyat menghadirkan tenant UMKM lokal Bandung dan sekitarnya menyambut pengunjung.

Mereka dimanjakan dengan kelezatan kuliner otentik yang lekat dengan memori kolektif masyarakat Sunda. Seperti, kupat tahu, surabi, mi kocok, cuanki, dan es campur.

Juga tersedia berbagai kerajinan khas Sunda. Antara lain batik dan pernak pernik bertema angklung, fesyen batik tenun, aromaterapi, dan jamu tradisional.

Sore harinya, panggung akan diisi dengan kegiatan Unjuk Bakat yang menampilkan talenta dari berbagai sanggar dan seniman lokal sebagai ruang berekspresi.

Acara sore akan dipandu oleh kelompok komedian EJPeace, grup konten kreator dan kanal YouTube asal Bandung yang terkenal berkat video parodi.

Puncak acara pada malam hari mulai pukul 19:30 WIB, dipandu oleh trio pembawa acara kenamaan, Kang Sule, Ceu Popon, dan Kang Ohang.

Panggung utama akan menampilkan sederet seniman Sunda. Antara lain, Doel Sumbang, Nining Meida, Bungsu Bandung, Candil, Dewi Gita.

Kemudian, Yukie Pas Band, Ebith Beat A, Dira Sugandi, Ujang Darso, Rehan Darso, Saung Angklung Udjo, Jugala Jaipongan, SambaSunda, dan Studio Tari Indrawati Lukman.

Malam Lestari Tradisi akan dihiasi dengan Pagelaran Kesenian Sunda dan Lomba Kesenian. Segmen pembuka akan menampilkan penyanyi Dira Sugandi, Nining Meida, dan Bungsu Bandung.

Selanjutnya, Dewi Gita membawakan penampilan Tari Topeng Tarung bersama Riyana Rosilawati. Pentas dilanjutkan dengan penampilan dari penyanyi legendaris Doel Sumbang. Sanggar Jugala akan diiringi SambaSunda mempersembahkan atraksi Jaipongan Tari Alas Grombyang.

Acara akan semakin meriah dengan Lomba Kesenian yang diikuti berbagai sanggar. Peserta lomba akan dinilai dewan juri dari berbagai latar belakang di dunia seni. Yakni, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian, Produser dan founder Titimangsa Happy Salma.

Aktor, pelawak, dan member P-Project Denny Chandra, praktisi seni, rektor ISBI Dr Ismet Ruchimat, dan Maestro Tari Sunda Indrawati Lukman.

Selanjutnya, penampilan tari dari Hot Mamah Dance Club dan Sanggar Indrawati Lukman. Pentas dilanjutkan dengan kolaborasi Saung Angklung Udjo feat Ebith Beat A.

Segmen berikutnya menghadirkan Candil, Yukie Pas Band, Ujang Darso, dan Rehan Darso yang membawakan lagu-lagu karya Darso secara medley. Sebagai penutup kebersamaan, hadirin diajak bersama-sama menyanyikan lagu “Bubuy Bulan”.

Lalu SambaSunda bersama Rita Tila akan menemani penonton pagelaran Lestari Tradisi: Bandung 1990 hingga selesai.

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut