Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Marc Klok Ungkap Impian Pensiun di Persib Bandung: Tidak Ada Klub Lain!
Advertisement . Scroll to see content

Sempat Defisit Hampir Rp100 Miliar, Manajemen Persib Beberkan Alasan Dahulukan Belanja Pemain

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:10 WIB
  • author Aga Gustiana
Sempat Defisit Hampir Rp100 Miliar, Manajemen Persib Beberkan Alasan Dahulukan Belanja Pemain
Pemain Persib, Sandy Walsh. (Foto: Persib/Fernando Hero)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Dominasi Pangeran Biru di kancah sepak bola nasional lewat rekor hat-trick juara liga pada musim 2023/24, 2024/25, serta 2025/26 bersama juru taktik Bojan Hodak ternyata tak lantas membuat pihak manajemen langsung mengucurkan dana segar secara sporadis untuk pembangunan fasilitas pendukung. PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memilih mengambil jalan rasional demi menjaga keberlangsungan industri klub.

Persoalan sarana latihan Maung Bandung kembali menyita perhatian publik setelah gelandang Thom Haye melontarkan keluhannya usai laga imbang 2-2 kontra Dewa United di ajang Super League pada 11 Oktober 2026. Pemain keturunan Belanda tersebut mengaku lebih memilih menjalani proses pemulihan fisik di fasilitas kebugaran pribadi milik Marc Klok. Haye menilai sarana internal klub belum menunjukkan perbaikan signifikan, padahal beban tanding Persib musim ini makin padat dengan mengarungi empat kompetisi sekaligus.

Kritik terkait fasilitas sejatinya tak hanya datang dari Haye—yang juga sempat menyoroti status markas tim di GBLA serta jarak tempuh perjalanan yang jauh—tetapi juga pernah diutarakan oleh asisten pelatih Igor Tolić yang menganggap kualitas rumput lokasi latihan belum ideal.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa kebijakan klub dalam membangun sarana fisik memang sengaja dirancang bertahap. Hal ini berkaitan erat dengan penataan kondisi finansial internal.

Adhitia menjelaskan bahwa sektor pembenahan komposisi skuad harus diprioritaskan terlebih dahulu agar tim tetap sanggup bersaing di papan atas.

"Kita tahu di industri kita ini belum money making. Sehingga investasinya mesti kita balance. Maka dari itu investasinya paling utama kita ke tim dulu karena kita ingin juara," kata Adhitia.

"Beli pemain, make sure pemain yang kita beli adalah pemain-pemain terbaik. Investasinya ke situ dulu karena uang kita terbatas," lanjutnya.

Lebih lanjut, Adhitia membeberkan fakta mengenai kondisi kas perusahaan saat ia pertama kali ditunjuk mengomandoi posisi Sporting Director pada tahun 2024 lalu.

"Ketika 2024, ketika saya diminta untuk memimpin sebagai Sporting Director, minus perusahaan saat itu minus hampir 100 miliar. Bayangin dengan minus 100 miliar mau bikin apa? Mau bayar pemain juga was-was. Mau uang dari mana?" ungkap Adhitia.

"Persib itu bukan klub kaya, Persib itu klub sehat. Kami itu berusaha menjadi klub sehat. Persib ingin menjadi klub sehat, sehingga kami berusaha mem-balance. Ketika kami ingin membangun infrastruktur, kita harus menyeimbangkan mana dulu prioritasnya, dan itu butuh uang dan butuh waktu," lanjutnya.

Meskipun secara akses manajemen memiliki opsi untuk meminta tambahan modal kepada pimpinan seperti Glenn Sugita, Persib berkomitmen untuk bertransformasi menjadi organisasi yang mandiri secara finansial.

"Bisa aja minta ke Pak Glen, tapi kita ingin menjadi klub yang sustainable. Makanya prioritas pertama di tahun pertama saya rapihin dulu keuangannya. Akhirnya fasilitas kita bertahap, gak langsung jedar-jedor,” imbuhnya.

Proses pengadaan infrastruktur membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Pada awal Agustus 2026, Adhitia sempat menyebutkan bahwa pembuatan satu lapangan latihan saja memerlukan anggaran sekitar Rp5 hingga Rp6 miliar, belum menghitung biaya pembebasan lahan serta sarana penunjang lainnya.

Walau bertahap, langkah nyata penataan fasilitas sejatinya terus berjalan. Sejak Mei 2026, Persib tak lagi berpindah-pindah lokasi latihan setelah mengamankan penggunaan Lapangan Pendamping. Selain itu, manajemen juga telah resmi memegang hak pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk jangka panjang selama 30 tahun.

Langkah efisiensi dan penataan ini menjadi pondasi penting bagi Pangeran Biru yang kini tengah menatap jadwal padat. Skuad asuhan Bojan Hodak bersiap melakoni rentetan laga krusial, dimulai dengan menjajal kekuatan Madura United pada 22 Oktober, berhadapan dengan Garudayaksa FC pada 26 Oktober, serta bertandang melawan Melbourne Victory di panggung AFC Champions League Two pada 28 Oktober.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut