Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rosemary Ciptakan Produk Parfum Fearless Aroma Hasil Kolaborasi dengan Nifty Twice
Advertisement . Scroll to see content

100 Komunitas Street Culture Meriahkan Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Bandung

Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:53 WIB
  • author Deni Mulyana
100 Komunitas Street Culture Meriahkan Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Bandung
Seorang peserta dari komunitas BMK tengah beraksi melintas obstacle pada gelaran Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Lapangan PPI Pussenif, Jalan Supratman Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026). (foto: inews/deni mulyana)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id -  Ribuan anak muda pecinta musik dan street culture tumpah ruah memadati gelaran Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Lapangan PPI Pusenif, Jalan Supratman Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026). 

Gelaran yang memadukan konser musik, seni, dan street culture menghadirkan atmosfer festival yang semarak, dengan aksi skateboard, BMX, dan inline menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara yang digelar mulai pukul 13.00 hingga menjelang diri hari tersebut.

Area depan panggung utama disulap menjadi lintasan khusus skateboard dan BMX yang dilengkapi beragam rintangan. Sejumlah atlet dan pegiat street culture unjuk kemampuan melalui atraksi yang sukses menyedot perhatian penonton. Sementara di bagian lain berdiri megah pangguh yang menyajikan hiburan musim dari sejumlah grup band papan atas Bandung dan nasional.

Marketing Manager Brand Djarum 76 Ronald Theo Lesmana mengatakan festival tersebut melibatkan sekitar 100 komunitas dari berbagai bidang street culture. Menurutnya, acara ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan panggung untuk berekspresi.

“Ada 100 komunitas yang ikut dalam event yang mungkin terbesar di Indonesia. Di situ teman-teman street culture beraktivitas dan itu jadi panggung mereka, supaya setiap anak muda yang datang bisa melihat spotlight-nya mereka,” kata Ronald kepada wartawan di sela-sela acara.

 


Marketing Manager Brand Djarum 76 Ronald Theo Lesmana dan Marketing Officer Yeconia Davy Santoso dalam kegiatan Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Lapangan PPI Pusenif, Jalan Supratman Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026). (foto: inews/deni mulyana)
 

Tak hanya menyuguhkan aksi olahraga ekstrem, Festival 76 Indonesia Adalah Kita juga menghadirkan deretan penampil musik yang menambah kemeriahan acara. Sejak siang hari, di panggung utama atau Heppiiness Stagr, tampil sejumlah grup band yang menemani aktivitas pada pencinta steet culture. Grup band Eve memulai aksinya dan diikuti kolaborai dari Unle Yama-Jevon Jevv-Paris-DJ PUDD. 

Lalu menjelang maghrib, tampl Sunday Eleven, lalu Kale. Selanjutnya sebagai puncak acara yang menyedot sekitar 8.000 penonton ke depan panggung, tampil Rosemary, lalu Superman Is Dead (SID), dan ditutup dengan penampilan Rebellion Rose.

Bagi Ronald, antusiasme pengunjung menjadi salah satu indikator keberhasilan rangkaian festival yang telah berlangsung hampir setahun. Perjalanan acara dimulai pada Februari melalui Road to Happy Skate Day, Happy Skate Day, hingga Road to Festival 76 Indonesia. Rangkaian tersebut digelar di 4 kota, yakni Tangerang, Semarang, Surabaya, dan Bandung sebagai kota penutup.

“Animonya sangat-sangat baik. Dari kota pertama, kedua, dan ketiga, responsnya luar biasa. Sekarang pun di Bandung hampir sekitar 8.000-an anak muda atau penonton yang datang,” jelas Ronald.

Menurutnya, gelaran dengan tagline Semangat Kebersaan dan Happiiness tersebut menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk menyediakan ruang bagi generasi muda, khususnya komunitas street culture, agar dapat berkembang dan mengekspresikan diri.

Ronald menilai, dunia skateboard mengajarkan nilai pantang menyerah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. "Seorang skater yang pernah menyampaikan bahwa keberhasilan melakukan trik bukan ditentukan oleh seberapa sering seseorang terjatuh, melainkan seberapa besar kemauannya untuk kembali bangkit," tegasnya.

Semangat tersebut dinilai sejalan dengan pesan yang ingin dibawa Festival 76 Indonesia Adalah Kita, yakni mendorong anak muda untuk terus mencoba, berkarya, dan berani menunjukkan potensi mereka.

Marketing Officer Brand Djarum 76, Yeconia Davy Santoso menambahkan, pemilihan bulan Oktober sebagai penutup rangkaian festival bukan tanpa alasan. Momentum tersebut berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, yang identik dengan semangat persatuan dan perubahan.

Menurut Yeconia, semangat anak muda menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan ke arah yang lebih baik bagi bangsa. “Jadi, dengan alasan itu, semangatnya teman-teman yang masih muda masih punya semangat untuk perubahan yang lebih baik untuk negara ini,” ujar Yeconia.

 


Grup band Sunday Eleven tampil memeriahkan gelaran Festival 76 Indonesia Adalah Kita di Lapangan PPI Pussenif, Jalan Supratman Kota Bandung, Sabtu (24/20/2026). (foto: inews/deni mulyana)

Antusiasme serupa juga dirasakan band Rosemary yang tampil dalam festival tersebut. Mereka mengapresiasi penyelenggaraan acara yang mempertemukan banyak komunitas street culture, termasuk skateboard, inline dan BMX, dalam satu panggung bersama musisi.
Vokalis Rosemary, Indra Gatot menilai, kegiatan semacam ini masih terbilang jarang ditemui, sehingga kehadirannya patut mendapat perhatian lebih luas. 

"Keren sekali karena jarang ada pagelaran atau festival yang melibatkan banyak komunitas, street culture, terus ada skateboard, ada BMX, ada inline. Terus dengan obstacle-obstacle yang big giant gitu, belum pernah ada di Indonesia sebesar itu. Jadi, sangat keren Festival 76 Indonesia Adalah Kita ini," ungkap Indra diamini tiga rekannya, Fajar Juliandri (bass), Akbari Hakim (Trompet), dan Denny Hsu (Drum).

Menurut Gatot, sambutan penonton terhadap grup band yang mngusung aliran Skatepunk tersebut pun cukup meriah. Delapan lagu yang dibawakan diikuti oleh para penonton dengan bernyanyi bersama. "Bandung cukup luar biasa karena memang vibes-nya beda ya. Mereka sangat menikmati penampilan musiknya," ucap Indra.

Kehadiran Festival 76 Indonesia Adalah Kita pun menegaskan bahwa street culture bukan sekadar aktivitas komunitas, melainkan bagian dari ekspresi kreatif anak muda yang dapat tumbuh bersama musik, seni, dan semangat kebersamaan.

"Kalau menurut saya sebagai pelaku skateboard, dan bagi teman-teman skateboard lainnya, Festival 76 ini seperti ngasih rumah atau wadah untuk skater-skater yang baru belajar main untuk bisa ikutan," ucap Fajar menambahkan.  (*)

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut