BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Setelah mengakhiri masa baktinya sebagai Ketua Umum DPP SEMMI periode 2017–2025, Azizi Rois secara resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada formasi baru Pengurus Pusat SEMMI (PP SEMMI) hasil Kongres Nasional VII di Kota Padang.
Dalam suasana yang penuh haru dan semangat kebangsaan, Azizi menyampaikan pesan dan harapan besar bagi kepengurusan masa juang 2025–2028.
“Perjuangan SEMMI belum berakhir. Organisasi ini harus tetap di garis depan dalam memperjuangkan keadilan sosial, memperkokoh identitas kebangsaan, dan merawat nilai-nilai Islam progresif,” ujar Azizi dalam sambutannya.
Azizi juga mengingatkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks, sehingga kepengurusan baru dituntut mampu merespons isu-isu umat dan bangsa dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif.
Selain itu, prinsip perjuangan Syarikat Islam Indonesia (PSII) harus terus menjadi landasan gerak organisasi.
Beberapa poin penting amanah dari Azizi Rois meliputi:
Meneguhkan Jati Diri SEMMI sebagai Organisasi Kader dan Perjuangan: Menjaga SEMMI sebagai wadah pembentukan kader intelektual militan yang berkarakter kebangsaan.
Mengawal Asta Cita Pemerintahan Baru: Aktif dan kritis mengawal pembangunan nasional dengan pendekatan solutif terhadap kebijakan pemerintah.
Merawat Sinergi dengan PSII dan Organisasi Kepemudaan: Memperkuat hubungan ideologis dengan PSII serta membuka ruang sinergi dengan elemen bangsa lain.
Mengembangkan Inovasi Gerakan di Era Digital: Memanfaatkan teknologi untuk dakwah, advokasi, dan pengembangan kader yang adaptif.
Azizi menutup sambutannya dengan pesan agar para pengurus baru tetap rendah hati dalam menjalankan amanah, tinggi cita-cita dalam perjuangan, dan kokoh memegang prinsip organisasi.
“Jabatan bukan soal siapa yang memimpin, melainkan bagaimana kepemimpinan itu membawa kemajuan organisasi dan manfaat bagi umat,” tutup Azizi.
Kini, dengan semangat regenerasi dan harapan besar, perjuangan SEMMI dilanjutkan oleh Pengurus Pusat masa juang 2025–2028, siap membawa organisasi menuju masa depan yang lebih progresif dan inklusif.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
