BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Udara dingin belakangan ini semakin terasa di Kota Bandung dan wilayah sekitarnya. Suhu rendah mulai dirasakan sejak malam hingga pagi hari, bahkan menusuk saat dini hari, diperkuat hembusan angin yang cukup kencang.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga. Diana, warga Gedebage, Kota Bandung, menyebut cuaca dingin yang terjadi beberapa hari terakhir terasa tidak biasa dibandingkan sebelumnya.
"Betul dingin banget, enggak biasa dingin tiap malam, terutama pas subuh," kata Diana, dikutip Rabu (14/1/2026).
Menurut perempuan berusia 35 tahun itu, perubahan suhu terasa cukup drastis. Jika sebelumnya malam hari identik dengan udara gerah, kini situasinya justru berbalik. Pendingin ruangan yang dulu kerap digunakan saat malam, kini tak lagi diperlukan.
"Kan sebelumnya sering pakai AC kalau malam, kalau sekarang enggak. Paling siang saja pakai AC-nya," tambah Diana.
Fenomena penurunan suhu ini juga terekam dalam catatan Badan Meteorologi. Kepala Stasiun Geofisika (Stageof) Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa sepanjang Januari 2026, suhu minimum terendah tercatat terjadi pada 4 dan 8 Januari, dengan angka mencapai 20,4 derajat Celsius.
"Penyebab suhu dingin saat ini karena Jawa Barat, termasuk Bandung, masih dalam periode musim hujan. Air hujan yang jatuh dari lapisan atmosfer atas membawa suhu dingin ke permukaan," kata Ayu, sapaan karib Teguh Rahayu melalui pesan singkat.
Dia menyampaikan, turunnya suhu udara tidak lepas dari proses alam yang terjadi setelah hujan turun. Air hujan yang menguap menyerap panas dari lingkungan sekitar, mulai dari permukaan tanah hingga udara.
"Selain itu, terjadi proses konduksi dan konveksi di mana udara dingin yang lebih padat turun menggantikan udara hangat di permukaan saat hujan," ucapnya.
Ayu juga menyoroti faktor lain yang memperkuat rasa dingin, yakni berkurangnya paparan sinar matahari. Langit yang tertutup awan tebal dan hujan yang turun secara beruntun membuat panas matahari sulit mencapai permukaan bumi.
"Ditambah lagi dengan hujan berturut-turut dan tutupan awan yang masif beberapa hari ini, membuat sinar matahari tidak bisa mencapai bumi," jelas Ayu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut masih tergolong normal dan sesuai dengan karakter musim hujan. Masyarakat pun diminta tidak khawatir berlebihan dan tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi.
"Suhu dingin saat musim hujan adalah hal normal. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan senantiasa memantau informasi cuaca terkini dari laman resmi BMKG," pungkasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
