Libur Sekolah, Antrean Kendaraan ke Jalur Wisata Lembang Didominasi Pelat Luar Daerah

Adi Haryanto
Antrean kendaraan dari Cisarua-Parongpong menuju kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terlihat mengular pada libur akhir pekan ini, Sabtu (4/7/2026). Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Jalur menuju kawasan wisata Lembang dari arah Cisarua dan Parongpong mengalami kepadatan pada Sabtu (4/7/2026) siang.

Kemacetan arus lalu lintas di momen libur panjang akhir pekan yang juga libur sekolah ini dikarenakan banyak kendaraan dari pelat luar daerah yang datang untuk berwisata ke kawasan Lembang dan sekitarnya.

Pantauan di sepanjang Jalan Cisarua - Parongpong - Lembang, kemacetan kendaraan mengular sekitar 20 kilometer. Bahkan, di sejumlah titik pertigaan kendaraan nyaris tidak bergerak.

Kondisi tersebut membuat sejumlah wisatawan memilih untuk memutar balik kendaraan untuk mencari alternatif wisata.

Agus (40) warga Ciamis ini lebih memilih untuk memutar balik kendaraannya mencari destinasi wisata yang tidak menghabiskan waktu perjalanan.

"Saya tadinya mau ke Lembang, tapi karena macet parah begini lebih baik puter balik nyari wisata lain," ucapnya.

Ia mengaku berencana mengunjungi objek wisata Dusun Bambu di Jalan Kolonel Masturi dan ke pusat kota Lembang. Namun kendaraannya terjebak kemacetan yang cukup parah sehingga waktu habis di jalan.

"Paling cari-cari wisata yang gampang aja, dan macetnya juga gak terlalu parah. Soalnya kalau dilanjutin ke Lembang bisa abis waktu berjam-jam," sambungnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Amalia (35) warga dari Cimahi ini mengaku berencana wisata ke Cikole. Lantaran kondisi arus lalu lintas yang padat merayap, ia memutuskan untuk berwisata kuliner ke wilayah Kota Bandung.

"Kalau macet gini jadi males, mungkin wisata kuliner aja. Tadinya saya mau main ke Cikole buat wisata alam," tuturnya.

Ia menyebut, salah satu faktor pemicu kemacetan tersebut maraknya bus-bus wisata yang nekat masuk Jalan Kolonel Masturi atau Kolmas.

"Bukannya bus itu dilarang masuk ke kawasan jalan ini (Kolmas) dengan ukuran besar dan lebar bus wisata kan pasti bikin akses jalan sempit di Kolmas bikin macet," sebutnya.

Amalia berharap pemerintah dan petugas berwenang bisa memberikan tindakan tegas dan mengambil kebijakan yang jelas tentang boleh atau tidaknya bus melewati jalur sempit di Jalan Kolmas.

"Harusnya ada kejelasan dan tindakan tegas, boleh gak bus lewat sini (Jalan Kolmas)," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network