BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang, gelombang tinggi, hujan disertai petir melanda Jawa Barat pada hari ini, Sabtu (24/1/2026).
Untuk wilayah daratan Jawa Barat, BMKG Stasiun Klimatologi Jabar memprakirakan kondisi cuaca didominasi berawan hingga hujan ringan dan sedang yang berpotensi terjadi pada siang dan sore hari.
“Waspada potensi hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga menjelang malam hari di sebagian wilayah Jawa Barat,” demikian peringatan dini BMKG.
Hujan berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Kuningan, hingga Pangandaran.
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Barat berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan udara 60–98 persen dan arah angin didominasi dari barat hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 50 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan selalu memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG.
Sementara itu, BMKG memprakirakan cuaca maritim berpotensi angin kencang dan gelombang sedang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter.
Prakiraan cuaca maritim tersebut berlaku selama 24 jam, mulai Sabtu 24 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok menyampaikan, kecepatan angin di sejumlah wilayah perairan diperkirakan meningkat hingga 20–25 knot.
“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap peningkatan kecepatan angin maksimum 20 hingga 25 knot yang berpotensi terjadi di Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu, Bekasi-Karawang, Subang, serta Indramayu-Cirebon,” tulis BMKG dalam peringatannya.
Selain angin kencang, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian hingga 2,5 meter, terutama di perairan Kepulauan Seribu bagian utara, Karawang, Subang, serta Indramayu-Cirebon.
“Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan utara Jawa Barat dan dapat membahayakan aktivitas pelayaran,” jelas BMKG.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi pembentukan awan konvektif di wilayah perairan yang dapat disertai hujan lebat, angin kencang, dan badai guntur.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
