BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Provinsi Jawa Barat punya peran strategis dalam penanganan susut dan sisa pangan (SSP) di Indonesia. Jabar merupakan wilayah kunci dalam upaya nasional mengurangi SSP.
Pernyataan itu mengemuka dalam Forum Dialog Memperkuat Kemitraan Sektor Publik dan Swasta untuk Penanganan SSP, Jumat (23/1/2026).
Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Jabar Eka Jatnika Sundana mengatakan, Jabar memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia mencapai 50,7 juta jiwa.
Di provinsi ini, aktivitas ekonomi pangan tinggi dan salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi beras pada 2025 mencapai 10,23 juta ton GKG.
Namun, Jabar tercatat sebagai penghasil sampah terbesar di Indonesia dengan timbunan mencapai 24.882,78 ton per hari.
"Sebesar 39,02 persen di antaranya merupakan sisa makanan," kata Eka Jatnika Sundana yang hadir mewakili Kepala Bappeda Jabar.
Menurut Eka, tanpa penanganan serius, kondisi tersebut berpotensi menambah beban lingkungan, kesehatan masyarakat, dan inefisiensi ekonomi.
Sementara itu, Direktur IBCSD Dr Indah Budiani mengatakan, IBCSD berkolaborasi dengan Pemprov Jabar menggelar forum dialog itu di Kota Bandung.
Hadir dalam acara itu, perwakilan Badan Pangan Nasional, Pemprov Jabar, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan SPPG.
"Forum ini momentum penting untuk membangun kemitraan konkret dalam mengatasi susut dan sisa pangan (food loss & waste)," kata Direktur Eksekutif IBCSD.
Dr Indah Budiani menyatakan, Provinsi Jawa Barat berpeluang besar menjadi provinsi percontohan nasional dalam penanganan susut dan sisa pangan berbasis kolaborasi publik-swasta.
“Susut dan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha," ujar Indah.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
