BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan pagi hari Senin (2/2/2026). Pasar saham domestik tercatat melemah tajam hingga hampir 5 persen, kondisi yang kontras dengan prediksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya meyakini IHSG akan menguat.
Berdasarkan data RTI, pada pukul 10.30 WIB IHSG berada di level 7.919 atau turun 410 poin setara 4,92 persen. Penurunan tersebut semakin dalam dibandingkan posisi pembukaan perdagangan yang sempat berada di level 8.306.
Tekanan jual yang masif membuat pergerakan IHSG pagi ini disebut-sebut sebagai salah satu koreksi terdalam dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran pelaku pasar.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis potensi gejolak pasar saham. Ia optimistis bursa akan bergerak positif meskipun terjadi pergantian pimpinan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Harusnya bursanya akan naik, jadi Anda nggak usah khawatir. (Perdagangan Senin nggak akan kebakaran?) Enggak lah, pasti naik lah,” ujar Purbaya, Sabtu (31/1/2026).
Optimisme tersebut didasari keyakinan bahwa sistem tata kelola BEI berjalan stabil. Purbaya menilai penunjukan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, yang menggantikan Iman Rachman usai pengunduran diri pada Jumat (30/1), tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan.
“Ada sistem otomatis yang langsung bisa menggantikan Dirut yang ada dari direksi yang ada dengan cepat dan itu berjalan dengan baik. Itu membuktikan sistemnya sudah cukup kuat, jadi nggak akan ada gangguan di bursa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa investor seharusnya tetap berfokus pada fundamental ekonomi nasional. Ia menyebut pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap solid di tengah dinamika pasar global.
“Mereka akan lihat ke fundamental. Fundamental ekonomi kita bagus dan terus diperbaiki. Tahun ini ekonominya bisa saya dorong mendekati 6 persen,” ungkapnya.
Meski demikian, tekanan tajam pada IHSG pagi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya sejalan dengan optimisme pemerintah. Pelaku pasar kini menanti katalis lanjutan serta kejelasan arah kebijakan untuk meredam volatilitas dan mengembalikan kepercayaan investor.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
