Metty mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan yang berpotensi memicu longsor dan pergerakan tanah, terutama di daerah dengan kondisi geografis rawan.
Terkait penanganan jangka panjang, Metty menyatakan mendukung langkah relokasi warga terdampak yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur sebagai upaya mengurangi risiko bencana berulang.
"Keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan penanganan pascabencana," ujar Metty.
Metty berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, relawan, dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan, baik dari sisi hunian, ekonomi, maupun kondisi psikologis warga.
Menurut Metty, fenomena bencana hidrometeorologi semakin sering terjadi di berbagai daerah, termasuk di wilayah selatan Cianjur.
Metty menegaskan, bencana itu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan, penataan ruang yang bijak, dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dari ketahanan daerah dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
Sebelumnya, Pemkab Cianjur merencanakan relokasi 15 rumah warga terdampak longsor di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya.
Rencana itu mencuat setelah hasil kajian menunjukkan kondisi kontur tanah di Desa Campakawarna, terutama lokasi 15 rumah berdiri, tidak aman untuk ditempati.
Upaya relokasi tersebut harus segera dilakukan untuk menjamin keselamatan warga sekaligus mempercepat pemulihan kawasan terdampak.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
