Michael menyoroti antusiasme masyarakat sebagai modal utama Indonesia untuk mengajukan diri. Setiap laga yang berlangsung di Indonesia Arena selalu dipadati penonton, menunjukkan bahwa futsal memiliki basis penggemar yang solid dan terus berkembang.
“Ini menjadi bukti bahwa futsal di Indonesia memiliki potensi besar, dan kami ingin FIFA melihat langsung dari penyelenggaraan ini,” kata Michael.
Selain itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan apresiasi tinggi. Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa AFC menyebut final Indonesia vs Iran sebagai salah satu final terbaik sepanjang sejarah Piala Asia Futsal.
Penilaian tersebut mencakup kualitas pertandingan yang sengit serta profesionalitas penyelenggaraan dari pihak Indonesia.
Meski peluang Indonesia tidak mudah, terlebih Piala Dunia Futsal terakhir di Asia digelar di Uzbekistan pada 2024, FFI dan pemerintah tetap optimistis.
Erick Thohir menegaskan, pemerintah akan mulai membuka komunikasi dengan FIFA untuk menjajaki kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
“Ini kesempatan besar. Kami dari pemerintah dan FFI akan berupaya semaksimal mungkin. Siapa tahu Indonesia bisa menjadi tuan rumah, karena peluang ini akan membuat Asia menyelenggarakan Piala Dunia Futsal dua kali berturut-turut,” ujarnya.
Momentum prestasi tim nasional, dukungan publik yang luar biasa, serta kesiapan infrastruktur modern menjadi argumen kuat agar Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah ajang futsal terbesar di dunia.
Langkah ini juga diyakini dapat semakin memajukan ekosistem futsal di Tanah Air, dari level grassroots hingga profesional.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
