Diterjang Banjir Seleher, Kia Muhram Selamatkan Adik dan Dua Warga Saat Tanggul Cisunggalah Jebol

Agi Ilman
Kia Muhram (22) menceritakan detik-detik jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026). Foto: Agi.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Detik-detik jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, masih membekas bagi Kia Muhram (22).

Warga setempat itu harus berjuang menyelamatkan adik dan keluarganya saat banjir datang tiba-tiba di tengah malam. Adapun lokasi rumah Kia juga sangat dekat dengan jebolnya tanggul sungai.

Kia menceritakan, banjir bermula saat dirinya baru pulang sekitar pukul 23.00 WIB dan bersiap tidur. Ia kemudian mendapat kabar dari grup pertemanan bahwa air mulai menggenangi jalan depan rumah setinggi sebetis.

“Awalnya mah banjir di depan itu sebetis, belum jebol. Saya sama Mama langsung beres-beres nyelamatin peralatan bengkel di depan rumah,” ujarnya saat ditemui, Kamis (12/2/2026).

Namun situasi berubah cepat. Belum lima menit sejak mereka mulai membereskan barang, terdengar suara keras tanggul jebol. Saat itu adiknya masih tertidur di dalam rumah.

“Belum sempat lima menit, langsung kedengaran jebol. Adik saya masih tidur pulas di dalam, saya langsung masuk buat nyelamatin,” katanya.

Ia mengaku sempat terbawa arus deras saat mengevakuasi adiknya keluar rumah. Air yang masuk ke dalam rumah bahkan mencapai setinggi lehernya.

“Waktu nyelamatin adik saya itu air di dalam seleher. Saya jalan bukan menginjak lantai, tapi lemari sama kulkas karena derasnya air,” ucapnya.

Di tengah kepanikan, Kia juga mendengar teriakan minta tolong dari kerabat ayahnya yang rumahnya berdekatan. Meski arus di luar sangat deras, ia berusaha mengevakuasi keduanya.

“Saya dengar mereka minta tolong, akhirnya saya selamatkan juga. Waktu bawa adik ke luar malah saya sempat kepental arus karena di luar deras pisan,” tuturnya.

Ia menyebut, saat kejadian hanya ada tiga orang di rumahnya, yakni dirinya, ibu dan adiknya, sementara sang ayah sedang bekerja.

Ibunya mengalami luka cukup parah akibat insiden tersebut, namun telah mendapat penanganan medis dari relawan dan tenaga kesehatan.

Kia menambahkan, ketinggian air mulai naik sekitar tengah malam dan berangsur surut sekitar pukul 02.00 WIB. Meski banjir bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut, ia mengaku kejadian kali ini terasa lebih mendadak dan berbahaya.

“Sebenarnya dulu juga pernah banjir, tapi beda titik. Yang ini mah datangnya cepat banget,” katanya.

Kini, Kia bersama warga lainnya masih membersihkan sisa lumpur di rumah dan lingkungan sekitar. Ia berharap penanganan tanggul bisa segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network