77% Warga Beralih ke Digital, Antrean Pasien ke Rumah Sakit di Cimahi Terpangkas Drastis

Adi Haryanto
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhiatira dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program JKN serta penyerahan penghargaan digitalisasi kepada 12 fasilitas kesehatan di Kota Cimahi, Senin (2/3/2026). Foto/Istimewa

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Pemkot Cimahi terus berupaya mempercepat pelayanan kesehatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya melalui digitalisasi.

Hal tersebut sebagai upaya transformasi digitalisasi untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) dan sebagai wujud akselerasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Di Cimahi pengguna Mobile JKN sudah mencapai 77% dan itu bisa meminimalisasi waktu layanan di rumah sakit. Makanya fokus Pemkot Cimahi di 2026 adalah menyosialisasikan ke masyarakat untuk pakai Mobile JKN," kata Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhiatira usai monitoring dan evaluasi program JKN serta penyerahan penghargaan digitalisasi, Senin (2/3/2026).

Dikatakannya, implementasi digitalisasi layanan bisa mereduksi waktu layanan di rumah sakit atau puskesmas. Sehingga bisa mengurangi kepadatan pasien di satu titik pelayanan.

Untuk itu, lanjut Adhit, Pemkot Cimahi berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kota Cimahi untuk merealisasikan UHC. Atas hal itu selama tiga tahun berturut-turut Pemkot Cimahi mendapatkan penghargaan UHC.

"Terima kasih kepada BPJS Kesehatan Kota Cimahi atas kolaborasinya ini, ke depannya kualitas mutu pelayanan fasilitas kesehatan di Cimahi menjadi konsen kami untuk terus ditingkatkan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan Yudi Bastia mengatakan, transformasi digital menjadi kunci utama untuk memastikan layanan JKN berjalan dengan mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta.

"Kami mengapresiasi ke Pemkot Cimahi beserta jajaran yang sudah memproleh UHC award. Salah satu indikatornya kualitas mutu pelayanan fasilitas kesehatan di Cimahi yang semakin cepat dan lebih baik," ucapnya.

Saat ini pemanfaatan layanan digital di Kota Cimahi telah melampaui 77% yang menandakan manfaat transformasi tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat peserta JKN.

Di aplikasi JKN Mobile terdapat berbagai fitur digital mulai dari antrean online, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga sistem biometrik. Sehingga memberikan kepastian layanan tanpa waktu tunggu yang lama bagi pasien.

"Sekaligus mendukung pengelolaan administrasi faskes yang efektif dan pembiayaan yang akuntabel," kata dia.

Adapun penghargaan kali ini diberikan kepada 12 faskes yang konsisten menerapkan inovasi digital secara bertahap dari tingkat bintang satu hingga bintang tujuh.

Penghargaan bertajuk "Transformasi Digital" bagi enam faskes tingkat pertama (FKTP) yaitu Puskesmas Leuwigajah, Puskesmas Cimahi Utara, Klinik Aulia Sehat, Klinik Nayaka Husada 3, praktek dokter Mirda, dan praktek dokter gigi Zuniati.

Sedangkan untuk 6 faskes rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) diserahkan kepada RS Kasih Bunda, RS Mitra Anugerah Lestari, Klinik Utama Amanah 2, RSUD Cibabat, RS Avisena, serta RS Gigi dan Mulut Unjani. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network