BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Ketenagakerjaan resmi mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi para mitra pengemudi transportasi online di Indonesia. Grab Indonesia menyambut baik langkah ini dan menegaskan komitmennya dengan meningkatkan alokasi anggaran program BHR tahun 2026 secara signifikan.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi Industri
Dalam konferensi pers pada 3 Maret 2026, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah telah berkoordinasi intensif dengan seluruh aplikator untuk memastikan BHR 2026 tepat sasaran. Secara nasional, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 850.000 mitra pengemudi aktif, dengan lebih dari 400.000 di antaranya berasal dari ekosistem Grab.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menekankan pentingnya memahami fleksibilitas model bisnis gig economy dalam penerapan kebijakan ini.
“Jadi memang sesuai dengan tahun lalu tentu kita harus fair dan memahami kondisi fleksibilitas dari bisnis ini, maka BHR itu kan harus sesuai dengan keaktifan mereka (Mitra Pengemudi). Orang yang memang full (time) dengan orang yang part-time itu harusnya berbeda. Karena ini kan model bisnisnya berbeda dengan pekerja biasa,” ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.
Menanggapi kolaborasi ini, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah.
“Grab hadir untuk Indonesia, senantiasa mendukung program Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan berusaha bagi masyarakat di berbagai daerah. Model kemitraan yang fleksibel mencerminkan semangat ekonomi kerakyatan dan gotong royong, memberi lebih banyak orang kesempatan untuk berusaha serta membantu banyak keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” jelas Neneng Goenadi.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
