Timur Tengah Membara Membuat Ekonomi Global Tak Pasti, Luhut Minta Indonesia Tak Terpecah Belah

Adi Haryanto
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan usai memberikan kuliah umum di Universitas Jenderal Achmad, Rabu (11/3/2026). Foto/Istimewa

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Konflik di Timur Tengah setelah pecah perang Amerika-Israel dengan Iran membuat ekonomi dunia dilanda ketidakpastian.

Hal itu harus diwaspadai dan diantisipasi oleh seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Sebab kendati tidak terseret langsung di dalam konflik tapi imbas dari perang berdampak ke berbagai aspek.

"Kondisi global saat ini ada dalam ketidakpastian. Belum usai perang berkepanjangan antara Rusia-Ukraina, kini pecah perang antara Amerika-Israel dengan Iran," kata Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan usai memberikan Kuliah Umum di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan, untuk menghadapi uncertainty (ketidakpastian) itu maka semua pihak di dalam negeri harus kompak dalam menghadapinya. Jangan mudah terpecah belah karena informasi di media sosial yang tidak mengacu pada data, atau karena suka tidak suka.

Pecahnya konflik di banyak negara saat ini kebanyakan melibatkan negara maju. Ia mencontohkan dan mengambil literasi dari sejarah bahwa bagaimana Amerika dan Inggris memicu konflik di sebuah negara dengan kesewenang-wenangannya.

Lihat betapa Inggris yang menjajah lalu memecah Palestina dengan Israel. Kemudian juga Amerika, negara-negara barat setelah Perang Dunia Kedua, Arab Saudi dipecah dengan Abu Dhabi, dengan Dubai, dengan semua. Terbaru Venezuela ditundukan untuk mengambil minyaknya.

"Makanya kita harus percaya diri dan tidak bisa diatur-atur oleh orang asing. Gunakanlah berbagai sumber informasi seperti Google atau AI untuk mendapatkan gambaran yang akurat," ucapnya.

Luhut juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi AI, yang menurutnya bergantung pada kemampuan di bidang matematika dan fisika.

Sebagai Ketua Komite Teknologi Pemerintah, ia mengungkapkan, pemerintah sedang mengintegrasikan AI ke dalam sistem teknologi pemerintahan untuk membersihkan dan memperbarui data secara otomatis.

"Nantinya dengan dukungan AI, proses akan lebih transparan karena berinteraksi dengan mesin bukan manusia," jelas Luhut.

Dirinya melihat dan harus mengambil kecerdikan dari Iran yang menyerang balik serangan-serangan dari Amerika dengan sekutunya. Teknologinya sangat berkembang pesat tapi dengan biaya murah tapi bisa terbang 2.000 km dan sangat akurat.

"Saya dua kali ke Iran dan mereka memang negara yang maju, buktinya sekarang perang teknologi, drone mereka tidak kalah meski murah, bisa accurate to attack, to hit any target," imbuhnya.

Ia pun meminta mahasiswa mencermati bagaimana langkah Iran kala melakukan perlawanan terhadap negara yang menginvasinya. Ia bahkan mengupas sejarah Iran sebagai bangsa Arya yang tidak pernah dijajah.

"Mereka (Iran) menguasai teknologi. Dan jangan lupa, Iran itu adalah bangsa Arya, saya ulangi Iran itu adalah bangsa Arya, bangsa yang tidak pernah dijajah, fighting spiritnya kuat," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network