CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum di Universitas Jenderal Achmad Yani.
Berbicara dihadapan ribuan mahasiswa, Luhut menyampaikan paparan soal leadership serta "Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Pemanfaatan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045".
"Leadership yang berkarakter dan memberikan pengaruh positif, sangat dibutuhkan ketika kalian nanti menjadi pemimpin," kata Luhut ketika berbicara dihadapan para mahasiswa, Rabu (11/3/2026).
Ia pun bercerita mengenai berbagai isu kekinian dan kondisi global yang sedang terjadi. Seperti perang Rusia-Ukraina, penggulingan kekuasaan di Venezuela, dan konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika-Israel dan Iran.
Selain itu, ia menjelaskan terkait Indonesia terlibat langsung dalam perundingan tarif yang diperkenalkan Amerika Serikat dan telah melakukan komunikasi berkali-kali dengan Menteri Perdagangan Amerika Serikat.
Klaim kebijakan tersebut yang dianggap merugikan Indonesia tidak sepenuhnya benar, lantaran pihaknya telah melakukan langkah yang tepat.
Terkait kebijakan lingkungan, Luhut mengakui dirinya pernah berselisih pandang dengan Sekretaris Negara Amerika Serikat, John Kerry yang dianggap mendikte Indonesia.
"Saya bilang kepada John Kerry bahwa saya punya tanggung jawab terhadap generasi mendatang di Indonesia, jadi jangan mendikte," tegasnya.
Luhut juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi AI, yang menurutnya bergantung pada kemampuan di bidang matematika dan fisika.
Sebagai Ketua Komite Teknologi Pemerintah, ia mengungkapkan, pemerintah sedang mengintegrasikan AI ke dalam sistem teknologi pemerintahan untuk membersihkan dan memperbarui data secara otomatis.
"Kita juga sedang membangun ekosistem untuk mengurangi korupsi. Nantinya dengan dukungan AI, proses akan lebih transparan karena berinteraksi dengan mesin bukan manusia," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama Rektor Unjani, Agus Subagyo menjelaskan, bahwa kegiatan kuliah umum ini bertujuan untuk menguatkan karakter mahasiswa dalam rangka Smart Military University.
Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan yang dimiliki Luhut sangat patut diteladani, terutama setelah kontribusinya dalam penanganan pandemi Covid-19 dan inisiasi program Citarum Harum.
"Dengan bonus demografi yang akan datang pada 2030-2040, kami berharap mahasiswa bisa menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045," ucap Agus. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
