BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat segera memperbaiki jembatan ambruk di Cikalongwetan.
Jembatan penghubung antara Kecamatan Cikalongwetan dan Kecamatan Cipeundeuy di Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu rencananya akan diperbaiki dengan menggunakan teknologi box culvert.
"Kami akan memasang bok culvert untuk memperbaiki jembatan tersebut," kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, KBB, Aan Sopian, Selasa (12/6/2026).
Aan memastikan perbaikan akan dimulai secepatnya, dengan metode konstruksi khusus yang dinilai lebih cepat selesai. Namun tetap kokoh dan aman untuk dilalui kendaraan hingga bobot 12 ton.
Adapun kerusakan tidak hanya terjadi pada badan jembatan utama, melainkan ada dua titik lain yang ikut terdampak berupa longsoran Tembok Penahan Tanah (TPT) di sepanjang ruas jalan tersebut.
Ia mengakui tim teknis telah mendatangkan konsultan perencana untuk menghitung kebutuhan teknis maupun biaya secara rinci.
Berdasarkan kajian awal, solusi terbaik dan tercepat, yakni menggunakan konstruksi box culvert dibandingkan pembangunan jembatan konvensional yang memakan waktu lebih lama.
“Kami pilih sistem box culvert agar pengerjaan lebih gesit dan tidak butuh waktu lama untuk pengeringan beton. Ditambah dengan penguatan TPT beronjong, konstruksi ini dinilai paling pas untuk kondisi medan dan cuaca saat ini," terangnya.
Secara teknis, ungkap Aan, jembatan pengganti ini direncanakan memiliki panjang efektif 5 meter dan lebar 4 hingga 5 meter.
Namun, untuk keamanan dan antisipasi aliran air, ukuran box culvert yang dipasang bakal sedikit lebih panjang, yakni 6 meter, terdiri dari dua unit kotak beton pracetak.
Konstruksinya dirancang mampu menopang beban kendaraan hingga 12 ton. Sehingga cukup kuat untuk menopang kendaraan niaga ringan, angkutan desa, maupun kendaraan operasional warga sehari-hari.
"Target kami pekerjaan dikerjakan bulan ini dan tuntas dalam kurun waktu satu bulan,” sambungnya.
Sementara dari sisi pembiayaan, Aan memperkirakan total biaya yang dibutuhkan tidak akan melebihi angka Rp500 juta.
Saat ini, pihaknya masih mengkaji sumber pendanaan, apakah akan ditarik dari pos anggaran dana darurat atau melalui mekanisme pergeseran anggaran.
Meski begitu, kepastian pendanaan sedang diproses bersama Komisi III DPRD KBB agar pekerjaan bisa segera dilelangkan dan dimulai.
“Anggaran masih dalam hitungan rinci, namun perkiraan kasar kami di bawah Rp500 juta. Sumber dananya masih kita bahas, yang pasti kendala biaya tidak akan menghambat," sebutnya.
Aan mengungkapkan, metode yang dipilih ini dinilai juga lebih adaptif menghadapi cuaca yang sering turun hujan belakangan ini.
Lantaran bersifat modul dan tinggal dipasang, risiko keterlambatan akibat gangguan cuaca jauh lebih kecil dibandingkan metode cor di tempat yang butuh proses pengeringan.
"Kami berharap perbaikan ini tidak hanya mengembalikan fungsi jalan, tapi juga menjamin keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada jalur penghubung Cikalongwetan–Cipendeuy tersebut," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
