BANDUNG, iNewsBandungRaya.id –Tim Akademi Persib Putri dan Mojang Priangan tampil sebagai juara kompetisi sepak bola putri ketegori usia U-18 dan U-15 Hydroplus Soccer League Bandung 2025-2026.
Pada Pekan 18 atau pamungkas yang digelar di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (16/5/2026), Mojang Priangan menyegel gelar juara seusai mengalahkan Setia Srikandi 4-0. Dengan kemenangan tersebut, Mojang Priangan mengantongi 46 poin. Meskipun rival terberat mereka, Goal Aksis juga mengoleksi 46 poin, setelah menang 2-0 atas SSB Pindad, Mojang Priangan berhak meraih trofi juara karena unggul perolehan gol atas Goal Aksis, yakni 91 berbanding 55.
Head Coach Mojang Priangan Imam Sujagad senang bisa membantu timnya menjadi juara. Ia menilai keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras dari para pemain yang sudah berjuang maksimal selama Liga bergulir. Konsistensi mencetak gol di setiap laga juga menjadi kunci Mojang Priangan menyabet gelar juara.
“Alhamdulillah untuk hasil pertandingan Liga di pekan terakhir, kami bisa memaksimalkan dengan agregat gol. Karena poin kami sama, saling kejar-mengejar, tapi kami tekankan ke pemain untuk cetak gol. karena sejak awal kami menyadari persaingan luar biasa ketatnya. Kami tidak melihat papan bawah ataupun papan tengah, semua memperbaiki dan selalu mengevaluasi sehingga tim-tim yang ada di sini semakin bagus di setiap laga,” ungkap Imam.
Kapten tim Mojang Priangan, Nayla Aulianti juga bangga kerja keras ia dan rekan-rekannya selama Liga bergulir mendapatkan hasil yang maksimal. “Saya merasa bangga karena latihan keras yang sudah saya lakukan bisa membuahkan hasil untuk tim menjadi juara. ke depan saya ingin berusaha dan kembali menjadi juara lagi,” ucap Nayla.
Sementara pada kategori U-18 pada Liga yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Hydroplus ini, Akademi Persib Putri sudah memastikan gelar juara sejak pekan lalu, meninggalkan rival terdekatnya Putri Garut. Total Akademi Persib mengumpulkan 40 poin, setelah di Pekan 18, mengalahkan Goal Aksis 3-1. Raihan poin Akademi Persib Putri mengungguli Putri Garut yang menempati peringkat 2 dengan koleksi 34 poin.
Head Coach Akademi Persib Bandung U-18, Dian Nadia Mutiara senang timnya bisa menjadi juara, kendati ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sebelum berlaga di kompetisi selanjutnya. “Di babak pertama kami harus lebih siap ketika sudah berada di lapangan. Jangan sampai kendor di awal. Tadi mereka belum siap untuk bertanding, jadi nanti mungkin ke depannya kami harus lebih siap dari menit awal sampai menit akhir, dan benar-benar harus fokus,” jelas Dian.
Selain mendapatkan trofi juara, para kampiun kategori U-15 dan U-18 juga mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp40 juta. Sedangkan runner-up memeroleh uang pembinaan Rp20 juta. Seusai memenangi gelar Hydroplus Soccer League Bandung, Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung meraih tiket untuk berlaga di Hydroplus Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan juara dan runner-up U-15 dan U-18 dari 4 kota penyelenggaraan, yakni Bandung, Surabaya, Jakarta, dan Kudus.
Tim Akademi Persib Putri (Biru) menghadapi Goal Aksis pad laga Pekan 18 Hydroplus Soccer League Bandung musim 2025-2026 di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (16/5/2026). Pada laga pamungkas tersebut, Akademi Persib Putri mengalahkan Goal Aksis dengan skor 3-1. (foto: inews.id/deni mulyana)
Wadah Kompetitif Berjenjang Menuju Level Lebih Tinggi
Hydroplus Soccer League sendiri pada musim 2025-2026 ini digelar di 4 kota, yakni Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Kudus sejak Oktober 2025. Diikuti oleh 50 tim U-15 dan 27 tim U-18, liga sepak bola putri ini merupakan wadah kompetitif berjenjang yang dirangkai oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Di level usia yang lebih dini, terdapat MilkLife Soccer Challenge yang diselenggarakan di 12 kota di Indonesia dengan menyasar U-8, KU 10, dan KU 12.
Program Director Hydroplus Soccer League Teddy Tjahjono mengungkapkan, kompetisi ini merupakan tahap lanjutan bagi para pesepak bola putri potensial mendapatkan pengalaman bertanding rutin guna mengasah kemampuan dan keterampilan mengolah si kulit bundar. Kehadiran Liga ini juga menjadi ruang kompetitif dan terstruktur bagi para pemain muda perempuan agar terus berkembang dalam meniti karier di dunia sepak bola profesional.
“Setelah mereka mulai mencintai sepak bola melalui MilkLife Soccer Challenge, di usia yang lebih tinggi kami menyelenggarakan Hydroplus Soccer League yang bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga. Sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan untuk tampil lebih baik lagi,” ucap Teddy.
Liga ini juga penting untuk para atlet karena dapat menjadi jembatan bagi pesepak bola putri sebelum mereka masuk ke level senior. “Saat ini, Hydroplus Soccer League menjadi satu-satunya liga sepak bola putri U-15 dan U-18 yang bergulir di Indonesia. Sehingga liga ini diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elite yang ingin membentuk tim sepak bola putri dan juga bagi federasi yang mencari sosok potensial untuk mengisi skuad tim nasional,” jelas Teddy.
Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki (kanan) dan Program Director Hydroplus Soccer League Teddy Tjahjono memantau langsung laga Pekan 18 Hydroplus Soccer League Bandung 2025-2026 di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (16/5/202). (foto: inews.id/deni mulyana)
Ajang Pencarian Bibit Pemain Timnas Putri Indonesia
Senada dengan Teddy, Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, yang memboyong serta skuat Timnas Putri Senior untuk menyaksikan pekan terakhir Hydroplus Soccer League mengatakan liga ini merupakan wadah sangat penting dalam pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia. Sebab para pemain mendapatkan jam terbang dan mengasah kemampuannya saat bertanding di atas lapangan. Pengalaman inilah yang bisa memberikan dampak positif untuk kepentingan Timnas Putri Indonesia di masa mendatang.
“Saya sangat terbantu karena kehadiran Hydroplus Soccer League penting untuk perkembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Saya berharap program ini terus digalakan agar bisa lebih baik kedepannya. Dari ribuan atlet yang bertanding kami melihat banyak bakat potensial yang muncul. Tentunya kami akan memantau lebih lanjut perkembangan mereka dan semoga kelak dapat mengisi skuad Timnas Indonesia di masa mendatang,” tandas Satoru Mochizuki.
Tanggapan positif terhadap gelaran Hydroplus Soccer League juga datang dari Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri kartini. Ia merasa puas melihat aksi-aksi pemain yang bertanding karena sudah memiliki kemampuan permainan cukup baik. Bahkan, Shafira melihat ada beberapa pemain yang sudah di atas rata-rata dan layak masuk ke Timnas Indonesia.
“Saat saya waktu berusia 15 dan 18 tahun, belum ada liga dan kompetisi seperti ini. Ketika itu jika ingin latihan harus bermain bersama tim-tim putra, tapi zaman sekarang sudah berbeda dan senang juga melihat sepak bola putri di Indonesia semakin maju. Semoga ke depannya sepak bola putri semakin berkembang dan bisa membanggakan Indonesia,” ucap Shafira.
Beberapa bakat yang mencuri perhatian sepanjang gelaran Hydroplus Soccer League di Bandung ialah Amanda Fitriani dan Kazumi Zalfa Arrobi Nurlan. Keduanya merupakan pemain andalan tim Goal Aksis yang juga jebolan dari MilkLife Soccer Challenge Bandung. Performa impresif keduanya membawa Amanda dan Kazumi dipilih oleh pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 Timo Scheunemann mengikuti Training Camp di Clairefontaine, Prancis.
Selain Amanda dan Kazumi, Hydroplus Soccer League juga melahirkan talenta-talenta muda lainnya yang terus berkembang, salah satunya adalah Nafeeza Ayasha Nori. Pemain yang aktif berkompetisi bersama tim Mojang Priangan itu bahkan ketika berusia 14 tahun pernah dipercaya memperkuat tim Filipina, Makati FC.
Pemenang Hydroplus Soccer League Bandung:
Kategori Usia 15
Juara : Mojang Priangan
Runner Up : Goal Aksis
Top skor : Syabilla Khanaya Ardianto (Mojang Priangan) - 19 Gol
Best Goalkeeper : Elbian Defika Aryasatya (Goal Aksis)
Best player : Raisya Novita Amalia (Mojang Priangan)
Kategori Usia 18
Juara : Akademi Persib Bandung
Runner-up : Putri Garut
Top skor : Diana Annisa Rahmawati (Putri Garut) - 15 Gol
Best Goalkeeper : Gadhiza Asnanza (Akademi Persib Bandung)
Best player : Sucy Kanya Sholehah (Akademi Persib Bandung). (den)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
