BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (UNPAS) menggelar Workshop Kearsipan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Arsip Menuju Organisasi yang Tertib dan Akuntabel” di Aula Suradireja Lantai 3, Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya pada Program Studi Administrasi Publik, yang kini diarahkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik langsung di bidang kearsipan, tata kelola pemerintahan, hingga digital governance.
Workshop ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2024 dengan jumlah sekitar 98 peserta dalam satu angkatan yang menjadi fokus penguatan vokasi di lingkungan kampus.
Dekan FISIP UNPAS Tekankan Pentingnya Ilmu Kearsipan di Era Digital
Dalam sambutannya, Dekan FISIP UNPAS, Kunkunrat menegaskan bahwa kearsipan tetap memiliki peran penting meskipun dunia saat ini telah memasuki era digital, paperless, hingga kecerdasan buatan (AI).
Ia menekankan bahwa arsip bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan rekam jejak yang memiliki nilai strategis dalam pengambilan keputusan.
“Dokumen itu bukan sekadar kertas diam, tetapi sesuatu yang hidup karena menyimpan pesan dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi teknologi dari sistem berbasis kertas menuju digital bahkan AI tidak menghilangkan urgensi kearsipan, justru memperkuat kebutuhan akan sistem arsip yang tertata dan terintegrasi.
Prodi Administrasi Publik Dorong Kompetensi Digital Governance
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP UNPAS, Ine Marianne menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan keterampilan praktis mahasiswa.
Ia menyebutkan terdapat tiga fokus utama dalam penguatan pembelajaran, yakni kearsipan, sistem dinamis (system dynamics), dan digital governance.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di laboratorium agar siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya.
Menurutnya, mahasiswa Administrasi Publik dibekali kemampuan analisis kebijakan, sistem informasi manajemen, hingga pemahaman big data sebagai fondasi dalam tata kelola pemerintahan modern.
Andre Ariesmansyah Ungkap Tantangan Digitalisasi Data di Indonesia
Koordinator Laboratorium Administrasi Publik FISIP UNPAS, Andre Ariesmansyah, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik lapangan.
“Mahasiswa harus siap kerja, bukan hanya siap teori. Karena itu pembelajaran kami dikemas berbasis praktik,” ujarnya.
Workshop ini mencakup tiga materi utama, yakni kearsipan, system thinking dan system dynamics, serta digital governance.
Ketiga materi tersebut bertujuan melatih mahasiswa dalam menganalisis masalah publik, memahami tata kelola pemerintahan, hingga memanfaatkan sistem digital dalam pengambilan keputusan.
Dalam kesempatan tersebut, Andre juga menyoroti tantangan digitalisasi di Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya terintegrasi.
Menurutnya, masih banyak sistem data yang berjalan sendiri-sendiri sehingga menghambat efektivitas pelayanan publik.
“Yang dibutuhkan adalah integrasi data governance yang kuat, bukan sekadar banyaknya aplikasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keamanan data (cyber security) di tengah meningkatnya penggunaan sistem digital dan kecerdasan buatan.
Andre menambahkan, penguatan tata kelola data membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pihak terkait.
Hal ini penting untuk menciptakan kebijakan publik yang berbasis data, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa Didorong Siap Hadapi Dunia Kerja Digital
Melalui kegiatan ini, FISIP UNPAS berharap mahasiswa mampu menjadi lulusan yang tidak hanya memahami teori administrasi publik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis di bidang kearsipan, digital governance, dan analisis kebijakan.
Dengan pendekatan berbasis praktik di laboratorium, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis data dan teknologi.
Workshop ini juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE) yang menekankan pada capaian kompetensi lulusan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
