BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kawasan bantaran Sungai Saguling yang terletak di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendadak riuh oleh aksi gotong royong massal pada Kamis (7/5/2026). Langkah nyata ini digelar sebagai bentuk aksi kolektif dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Tidak hanya menggerakkan para aktivis dan pencinta alam, agenda penyelamatan lingkungan ini juga memicu antusiasme tinggi dari ratusan pelajar. Mereka tampak bersemangat menyisir area dari tumpukan limbah sekaligus menanam bibit pohon di sepanjang tepian sungai.
Titik pelaksanaan HPSN kali ini memang sengaja dipilih karena sempat menjadi sorotan tajam di jagat media sosial. Beberapa waktu lalu, jagat maya dihebohkan oleh rekaman visual yang memperlihatkan gunungan sampah rumah tangga kiriman lokal yang mengepung dan menutupi permukaan wilayah aliran penampungan air tersebut.
Sampah Bukan Melulu Tugas Pemerintah
Menanggapi urgensi tersebut, Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menegaskan bahwa momentum HPSN 2026 ini memegang peranan krusial untuk menggugah kesadaran kolektif warga akan krusialnya kelestarian alam sekitar.
"Kegiatan ini mengingatkan masyarakat bahwa penanggulangan sampah itu bukan hanya oleh pemerintah saja. Tapi harus oleh seluruh stakeholder termasuk masyarakat," katanya, saat ditemui pada Kamis (7/5/2026).
Asep mengimbuhkan, lahirnya kepedulian bersama mengenai tata kelola limbah secara mandiri merupakan investasi paling berharga bagi masa depan generasi penerus.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
