BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Peningkatan jumlah pekerja perempuan di sektor transportasi online terus menunjukkan tren positif. Menjawab kebutuhan tersebut, ekosistem layanan transportasi digital Grab menghadirkan program pemberdayaan bertajuk NGERUMPI (Ngobrol Seputar Masalah Para Wiramudi) 2026 sebagai ruang aman dan suportif bagi Mitra Pengemudi perempuan di Indonesia.
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas, keamanan, serta kepercayaan diri para pengemudi perempuan yang setiap hari beraktivitas di jalan dengan berbagai tantangan.
Program Pemberdayaan Perempuan di Banyak Kota
Tahun ini, NGERUMPI 2026 digelar di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali, Malang, Sukabumi, hingga Pontianak. Program ini menjadi wadah komunitas bagi para Mitra Pengemudi perempuan untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kemampuan diri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari:
- Pelatihan perlindungan diri (self-defense)
- Edukasi keselamatan berkendara
- Kelas percakapan bahasa asing
- Penguatan keterampilan personal di lapangan
Kegiatan ini menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam ekosistem transportasi digital yang semakin berkembang di Indonesia.
Ratusan Ribu Mitra Perempuan Jadi Bagian Ekosistem
Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya, menyampaikan bahwa perempuan merupakan bagian penting dari pertumbuhan layanan transportasi berbasis aplikasi.
Saat ini, tercatat lebih dari 189.000 Mitra Pengemudi perempuan telah bergabung dalam ekosistem Grab di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya menyediakan peluang kerja, tetapi juga memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan melalui berbagai fitur keamanan digital.
Pembekalan Self-Defense untuk Hadapi Risiko di Jalan
Pada gelaran NGERUMPI 2026 bertema “Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara”, para peserta dibekali teknik dasar perlindungan diri bersama instruktur bela diri internasional Dennis Laoh.
Materi pelatihan mencakup:
- Cara menghadapi situasi darurat di jalan
- Teknik meningkatkan kewaspadaan lingkungan
- Strategi sederhana untuk melindungi diri saat kondisi tidak aman
- Pelatihan pengendalian diri dalam situasi berisiko
Dennis Laoh menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya soal kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan membaca situasi.
Ia menjelaskan bahwa pengemudi perempuan harus mampu mengenali potensi ancaman sejak awal dan mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari risiko.
Pengalaman Peserta: Lebih Percaya Diri di Lapangan
Salah satu peserta, Putri Herawati, mengaku pelatihan ini memberikan dampak nyata dalam aktivitas sehari-harinya sebagai pengemudi.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan yang sering kali tidak terduga.
“Pelatihan ini membuat saya lebih paham cara mengenali situasi berbahaya dan bagaimana harus bersikap tenang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini membuat dirinya merasa lebih aman dan dihargai sebagai perempuan yang bekerja di jalanan.
Ruang Komunitas yang Aman dan Inklusif
NGERUMPI bukan sekadar pelatihan satu kali, tetapi menjadi program rutin yang terus dikembangkan untuk memperkuat komunitas pengemudi perempuan di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, para peserta dapat saling bertukar pengalaman, membangun solidaritas, serta mendapatkan dukungan emosional maupun keterampilan praktis.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang kerja yang lebih inklusif, aman, dan setara bagi perempuan di sektor transportasi digital.
Dorongan Kesetaraan dan Keamanan di Dunia Kerja
Melalui NGERUMPI 2026, diharapkan semakin banyak Mitra Pengemudi perempuan yang merasa lebih percaya diri, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Inisiatif ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara teknologi, komunitas, dan edukasi dalam menciptakan ekosistem kerja yang lebih aman bagi perempuan di jalan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
