BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Pernahkah Anda merasa bosan dengan destinasi wisata yang itu-itu saja di Kuningan? Selain pemandangan Gunung Ciremai yang memanjakan mata, kabupaten ini sebenarnya adalah "tambang emas" bagi pencinta sejarah.
Melakukan trip ke situs bersejarah bukan berarti membosankan. Justru, ini adalah cara terbaik untuk melihat wajah asli tanah Sunda. Yuk, simak rekomendasi tempat hidden gem di Kuningan yang bikin akhir pekan Anda jauh lebih berkesan.
1. Ziarah ke Makam Arya Kemuning: Napak Tilas Adipati Pertama
Tersembunyi di balik gang-gang permukiman Blok Cipicung, ada satu tempat yang menyimpan energi ketenangan luar biasa. Begitu melangkah masuk melewati gapura candi bentar, suasana langsung berubah syahdu.
Inilah tempat peristirahatan terakhir Pangeran Arya Kemuning, pemimpin legendaris Kuningan. Ada cerita menarik di sini: banyak yang percaya kalau sebutan "Kemuning" muncul karena paras sang Pangeran yang kuning langsat, warisan dari ibundanya, Putri Ong Tien. Selain berziarah, area ini sangat nyaman untuk duduk santai di gazebo sambil menikmati rimbunnya pepohonan.
2. Rumah Panggung Eyang Hasan Maolani: Spirit Perlawanan dari Desa Lengkong
Kalau Anda mencari tempat yang punya "nyawa" kuat, mampirlah ke rumah panggung kayu di Desa Lengkong. Ini bukan sekadar rumah kayu biasa. Ini adalah rumah Eyang Hasan Maolani, sosok ulama yang keberaniannya melawan Belanda sampai membuat beliau harus diasingkan ke Manado.
Yang bikin takjub, meski Eyang Hasan wafat di tanah rantau, warisan beliau tetap terjaga apik di sini. Anda bisa melihat langsung jubah, kitab, hingga terompah asli beliau. Oh ya, jangan lupa mampir ke "makam rambut" di dekat area rumah—sebuah penghormatan simbolis agar masyarakat Kuningan tetap bisa merasa dekat dengan sosok sang ulama.
3. Taman Purbakala Cipari: Menjelajah Zaman Batu
Ingin ajak keluarga wisata edukasi yang tidak membosankan? Taman Purbakala Cipari adalah jawabannya. Berada di sini rasanya seperti sedang shooting film petualangan zaman purba.
Anda akan melihat langsung deretan menhir dan dolmen yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Jangan buru-buru pulang, masuklah ke museum kecilnya untuk melihat bagaimana alat makan dan perkakas zaman neolitikum dulu dibuat. Dengan tiket masuk hanya Rp2.000, pengalaman "loncat ke masa lalu" ini benar-benar worth it!
4. Gedung Perundingan Linggarjati: Saksi Lahirnya Kedaulatan Bangsa
Gedung ini punya atmosfer yang beda. Saat kaki Anda menyentuh lantai kayu di Gedung Perundingan Linggarjati, bayangkan perdebatan sengit delegasi Indonesia dan Belanda yang terjadi di ruangan itu puluhan tahun lalu.
Gedung ini punya transformasi yang gila; dulunya gubuk milik warga, sempat jadi hotel mewah zaman kolonial, lalu jadi saksi sejarah bangsa. Berada di bawah kaki Gunung Ciremai dengan udara yang super sejuk, tempat ini adalah lokasi sempurna untuk refleksi sejarah sambil menikmati arsitektur kolonial yang aesthetic untuk difoto.
Catatan Traveling:
Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi hari saat kabut tipis masih menyelimuti kaki gunung.
Tips: Jika ingin penjelasan mendalam, jangan ragu untuk menyewa pemandu lokal atau membeli buku panduan yang tersedia di lokasi.
Sudah siap memutar waktu di Kuningan akhir pekan ini?
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
