BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Persib Bandung masih tercantum dalam daftar klub yang mendapatkan larangan registrasi pemain baru atau transfer ban dari FIFA hingga Sabtu (13/6/2026). Sanksi yang mulai berlaku sejak 29 Mei 2026 tersebut belum dicabut oleh federasi sepak bola dunia.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Persib tengah melakukan persiapan besar menghadapi musim kompetisi baru. Klub berjuluk Maung Bandung itu juga berencana melakukan perombakan skuad setelah banyak pemain musim lalu dipastikan hengkang.
Persib Jelaskan Penyebab Transfer Ban FIFA
Manajemen Persib Bandung menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan FIFA bukan disebabkan oleh penunggakan gaji pemain sebagaimana yang sempat berkembang di publik.
Dalam keterangan resminya, Persib menjelaskan bahwa kasus tersebut berkaitan dengan proses penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain asing mereka, Daisuke Sato, pada tahun 2023.
"Perlu kami jelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak pemain Persib, Daisuke Sato, pada tahun 2023," tulis manajemen Persib.
Klub juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berhubungan dengan hak-hak pemain yang tidak dibayarkan.
"Persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak," lanjut pernyataan tersebut.
Manajemen Persib Bergerak Cepat
Manajemen Persib memastikan sedang menyelesaikan seluruh kewajiban yang menjadi dasar keputusan FIFA. Langkah tersebut dilakukan agar status transfer ban dapat segera dicabut sebelum kompetisi baru dimulai.
Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, mengatakan pihaknya tengah menuntaskan proses administrasi dan finansial sesuai ketentuan FIFA.
"Saat ini, kami sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan tersebut dan menindaklanjuti seluruh proses administratif yang diperlukan," ujar Adhitia.
Menurutnya, setelah seluruh kewajiban dipenuhi, Persib akan mengajukan peninjauan kembali kepada FIFA agar sanksi tersebut segera dicabut.
"Setelah kewajiban tersebut diselesaikan, kami akan melanjutkan proses sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA agar status tersebut dapat ditinjau dan dicabut," katanya.
Transfer Ban Ancam Rencana Belanja Pemain Persib
Sanksi transfer ban datang pada momen yang kurang ideal bagi Persib. Tim pelatih dan manajemen saat ini tengah mempersiapkan skuad baru untuk menghadapi musim 2026/2027.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, mengungkapkan bahwa hanya sekitar 50 persen pemain musim lalu yang bertahan di dalam tim. Sisanya memilih mencari tantangan baru baik di dalam maupun luar negeri.
"Iya, ternyata 50:50. Kurang lebih hanya separuh pemain yang bertahan," kata Umuh.
Menurutnya, banyak pemain Persib yang kini menjadi incaran klub lain setelah tampil impresif dalam beberapa musim terakhir.
"Siapapun menginginkan pemain Persib. Ada yang mendapat tawaran dari luar negeri, ada juga yang diminati klub Indonesia," ujarnya.
Situasi tersebut membuat Persib harus bergerak cepat mencari pemain pengganti. Namun proses rekrutmen tentu akan sulit dilakukan apabila sanksi FIFA belum dicabut dalam waktu dekat.
Persib Optimistis Sanksi Segera Dicabut
Meski masih berstatus transfer ban, manajemen Persib tetap optimistis masalah tersebut dapat segera diselesaikan. Klub berharap seluruh proses administrasi berjalan lancar sehingga FIFA dapat mencabut larangan registrasi pemain sebelum jendela transfer ditutup.
Dukungan Bobotoh juga diyakini menjadi motivasi tambahan bagi manajemen untuk menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin.
Dengan kebutuhan membangun kembali kekuatan tim yang cukup besar, pencabutan transfer ban menjadi salah satu prioritas utama Persib Bandung menjelang bergulirnya musim baru.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
