Hadapi Ancaman Global, Puspenerbal Jadi Unsur Strategis dalam Tugas Patroli dan SAR

Adi Haryanto
Sinergi antara dunia akademik, industri, dan institusi pertahanan sangat penting termasuk di Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut yang mengemban berbagai tugas penting seperti patroli maritim hingga SAR. Foto/Istimewa

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - Sebagai unsur strategis TNI Angkatan Laut, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) mengemban berbagai tugas penting.

Mulai dari patroli maritim, pengawasan udara, dukungan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga bantuan logistik dan misi kemanusiaan.

Oleh karenanya, momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) menjadi sangat penting untuk menegaskan peran teknologi penerbangan dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

"Perkembangan teknologi yang diadopsi Puspenerbal diusianya yang ke-70 menunjukkan komitmen kuat TNI Angkatan Laut dalam menghadapi tantangan era digital dan dinamika keamanan kawasan," kata Guru Besar Teknologi dan Sains UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Dirinya menyampaikan apresiasi atas kemajuan teknologi dan peningkatan kapabilitas Puspenerbal dalam mendukung pertahanan serta keamanan maritim nasional.

Pada usia ke-70 tahun, Puspenerbal menunjukkan transformasi yang sangat positif.

"Modernisasi sistem penerbangan, penguatan kemampuan patroli maritim, pemanfaatan teknologi sensor, penginderaan jarak jauh, serta pengembangan pesawat dan wahana udara tanpa awak merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan Indonesia sebagai negara maritim," ucapnya.

Prof Achmad menilai, penguasaan teknologi penerbangan tidak hanya penting bagi kepentingan pertahanan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung keselamatan pelayaran, pemantauan sumber daya kelautan, mitigasi bencana, hingga operasi kemanusiaan.

Penguatan teknologi bagi Puspenerbal semakin relevan dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kemampuan mengawasi wilayah laut yang sangat luas membutuhkan integrasi teknologi penerbangan, sistem informasi, kecerdasan data, serta sumber daya manusia yang unggul.

Lebih lanjut, Prof. Achmad berharap Puspenerbal terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset nasional guna mendorong lahirnya inovasi teknologi kedirgantaraan dan kemaritiman berbasis karya anak bangsa.

"Sinergi antara dunia akademik, industri, dan institusi pertahanan sangat penting agar Indonesia mampu membangun kemandirian teknologi," tandasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Achmad usai menerima Brevet Kehormatan Penerbang yang disematkan langsung oleh Komandan Puspenerbal, Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya sebagai akademisi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi Puspenerbal.

"Saya mengucapkan selamat HUT ke-70 kepada Puspenerbal. Semoga semakin profesional, modern, adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan melalui penyematan Brevet Kehormatan Penerbang," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network