Rayakan HUT RI, PTPN 1 Regional 2 Berharap Bisa Merdeka dari Penjarahan dan Alih Fungsi Lahan

Adi Haryanto
Manajemen PTPN 1 Regional 2 menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus bersimpati dan memberikan semangat kepada mereka yang terdampak bencana di Provinsi NTT, Senin (17/8/2026). Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG,iNews BandungRaya.id - PTPN 1 Regional 2 sebagai perusahaan BUMN milik negara berupaya mengoptimalkan lahan yang ada untuk meningkatkan produksinya.

Sehingga dampaknya bisa dirasakan dan dapat menyejahterakan masyarakat secara umum. Implementasi itu sesuai dengan apa yang tercantum serta diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945.

"Implementasi dari Pasal 33 UUD 1945 adalah bagaimana aset yang dikelola PTPN 1 Regional 2 bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, termasuk terhindar dari alih fungsi lahan dan penjarahan," kata Region Head PTPN 1 Regional 2, Desmanto kepada wartawan usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan kantornya, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, lahan-lahan yang hari ini dikuasai atau dirusak oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab, maka ke depan akan dihijaukan dengan ditanami kembali kebunnya. Supaya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyakat dan meningkatkan ekonomi.

"Guna mengantisipasi penjarahan dan alih fungsi lahan, satuan-satuan pengaman telah disiapkan untuk melakukan penjagaan. Beberapa kasus juga kami laporkan ke APH dan ada yang telah diputuskan pengadilan, terhadap perusak kebun PTPN sudah dihukum," tegasnya.

Pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang sangat konsen dalam mengembalikan kebun kepada komoditi utmanya. Disamping berfungsi secara ekologis juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat dengan jalinan kemitraan.

Adanya aparat penegak hukum (APH) yang giat melakukan pengawasan penjarahan atau perusakan lahan, sekarang sudah ada contoh-contoh masyakat yang dihukum.

Semoga ke depan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ajakan orang-orang untuk merusak dan mengambil alih lahan PTPN.

"Yang paling rawan itu di Pangalengan (Kabupaten Bandung) karena sudah banyak yang menggarap, bukan hanya lahan kosong tapi juga sudah merusak tanaman teh yang ada. Semoga ke depan kesadaran masyarakat menjaga lahan semakin meningkat karena ini adalah lahan bersma, lahan negara, yang harus kita bangun dan jaga," imbuhnya.

Pemetik teh dari Perkebunan Malabar Intan (50) dan Iim (48) yang mengikuti upacara HUT RI di kantor PTPN 1 Regional 2, Jalan Sindangsirna, Bandung mengaku sudah lebih dari 20 tahun jadi pemetik teh.

"Kalau lagi bagus bisa dapat penghasilan Rp250 ribu sehari, minim-minnya Rp150 ribu, kaya sekarang kan lagi kemarau panas, kurang maksimal tehnya," kata Intan dan Iim yang dapat penghargaan sebagai pemetik teh terbaik dari PTPN 1 Regional 2.

Dikatakannya, beberapa tahun belakangan kondisi lebih sulit karena lahan teh yang dipetiknya semakin berkurang akibat adanya perusakan dan penjarahan oleh pihak yang tak bertanggungjawab.

Belum lagi kondisi cuaca ekstrem seperti musim kemarau yang membuat hasil petiknya berkurang.

"Bagi kami pekerjaan ini sangat berharga sebagai mata pencaharian yang bisa menyekolahkan anak. Tapi kalau banyak penyerobotan dan lahan jadi berkurang bisa-bisa target petik tidak tercapai, sebagai karyawan bisa dikenakan sanksi kalau tiga bulan berturut-turut enggak mencapai target," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan jajaran manajemen PTPN 1 Regional 2 menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan mengenakan pakaian adat nusantara dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Itu salah satunya sebagai bentuk empati dan dukungan terhadap masyarakat di Provinsi NTT yang pada Sabtu 15 Agustus 2026 dilanda gempa bumi bermagnitudo 7,7. Akibatnya data terakhir dilaporkan ada 53 korban jiwa dan lebih dari 5.000 warga mengungsi.

"Momentum kemerdekaan ini kami rayakan dengan suka cita sekaligus berdoa untuk saudara kita yang terkena bencana di NTT. Untuk baju adat yang dikenakan hari ini juga dari NTT sebagai bentuk kami hadir dan bersimpati untuk memberi semangat agar mereka kembali bangkit," tutur Desmanto.

Tampak pakaian adat yang dikenakan berupa kain tenun ikat atau songket dengan corak dan motif khas, dilengkapi selendang, perhiasan logam kalung, gelang dan ikat pinggang. Serta penutup topi tradisional mirip sombrero asal Meksiko yang terbuat dari daun lontar kering bernama Ti'i Langga.

Menurutnya kaitan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI kali ini, semua jajaran karyawan di PTPN 1 Regional 2 terus berjuang bagaimana meningkatkan kembali produktivitas teh yang baik di Indoensia dengan pengelolaan yang baik.

Sehingga bisa meningkatkan ekonomi di kalangan masyarakat khususnya di Jawa Barat. Serta memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan memberikan kontribusi dalam bentuk pajak dan pendapatan lainnya untuk negara.

"Melalui tema Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur, berarti kami sebagai bagian dari BUMN berharap bisa membangun negeri ini dengan semangat dari dalam dan mengurangi keterikatan dengan luar. Adil dalam pembangunan dari Aceh sampai Papua, merata dan berkesinambungan dalam untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," tuturnya.

Adapaun selain digelar di halaman kantor PTPN 1 Regional 2, upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga digelar di wilayah kantor perkebunan dan kantor unit. Fokusnya adalah bersama-sama menjadikan PTPN lebih kuat, mensejahterakan masyarakat, dan berkontribusi kepada negara. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network