BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Bandung Zoo memasuki babak baru dalam pengelolaannya. Faunaland, sebagai pengelola Bandung Zoo, memperkuat kolaborasi dengan Vantara dari India untuk mendorong peningkatan standar kesejahteraan satwa, perawatan, serta konservasi.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan tim Vantara ke Bandung Zoo pada Jumat (21/8/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari persiapan Faunaland dalam pengelolaan Bandung Zoo sekaligus melanjutkan kerja sama dengan Vantara dalam berbagai kegiatan konservasi satwa di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, tim Faunaland dan Vantara meninjau sejumlah area di Bandung Zoo. Kedua pihak juga bertukar pengetahuan mengenai berbagai aspek pengelolaan satwa, mulai dari kesehatan, nutrisi, layanan veteriner, pengayaan lingkungan, pengelolaan habitat hingga konservasi.
Dokter Hewan Vantara Periksa Gajah Sumatra di Bandung Zoo
Salah satu agenda kunjungan adalah pemeriksaan terhadap Salma, gajah Sumatra yang menjadi bagian dari koleksi satwa Bandung Zoo.
Dr. Yaduraj Khadpekar, dokter hewan Vantara yang memiliki keahlian dalam kesehatan dan perawatan gajah, turut hadir dalam pemeriksaan tersebut.
Kehadiran Dr. Yaduraj menjadi bagian dari upaya berbagi pengetahuan dan keahlian veteriner untuk mendukung peningkatan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan mengenai perawatan, nutrisi, perilaku, habitat dan kebutuhan satwa secara menyeluruh.
Faunaland Siapkan Konsep City Zoo Modern
CEO Faunaland, Danny Gunalen, mengatakan pengalaman perusahaan dalam mengelola kawasan konservasi di lingkungan perkotaan menjadi salah satu bekal dalam mempersiapkan pengelolaan Bandung Zoo.
Faunaland sebelumnya telah mengembangkan pendekatan konservasi urban melalui Faunaland Ancol dan Faunaland Buperta Cibubur.
“Selama ini Faunaland telah mengembangkan pendekatan konservasi urban melalui Faunaland Ancol dan Faunaland Buperta Cibubur. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi kami dalam mempersiapkan pengelolaan Bandung Zoo yang juga berada di tengah kota. Kolaborasi dengan Vantara memberikan perspektif dan pengalaman tambahan yang dapat semakin memperkaya pendekatan tersebut,” ujar Danny.
Menurutnya, Bandung Zoo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai city zoo modern yang tidak hanya berfungsi sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi ruang konservasi dan edukasi bagi masyarakat.
Konsep tersebut memadukan aspek konservasi, kesejahteraan satwa, pendidikan lingkungan serta pengalaman pengunjung.
Kesejahteraan Satwa Jadi Prioritas
Dalam pengelolaan kebun binatang modern, kesejahteraan satwa menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari fungsi konservasi dan edukasi.
Danny menegaskan, pembangunan dan pengembangan fasilitas kebun binatang tidak hanya harus mempertimbangkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga kebutuhan satwa yang berada di dalamnya.
“Bagi kami, kebun binatang modern bukan sekadar soal fasilitas atau pengalaman pengunjung. Yang lebih penting adalah memastikan satwa dirawat dengan baik, mendapatkan nutrisi yang tepat, memiliki lingkungan yang sesuai dan mendapatkan layanan veteriner yang memadai, sementara kebun binatang tetap menjalankan fungsi konservasi dan edukasi,” katanya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat Bandung Zoo berkembang sebagai ruang konservasi di tengah Kota Bandung, sekaligus mempertahankan fungsinya sebagai tempat edukasi dan rekreasi keluarga.
Vantara Bawa Keahlian Konservasi Global
Sementara itu, Vantara membawa pengalaman dan keahlian di bidang konservasi yang mencakup kerja lapangan, riset hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satu inisiatif Vantara adalah Vantara University di Jamnagar, India, yang diresmikan pada April 2026. Institusi tersebut berfokus pada konservasi satwa liar dan ilmu kedokteran hewan.
Vantara University mengintegrasikan pendidikan, riset dan pengalaman lapangan dalam sejumlah bidang, termasuk kedokteran satwa liar, nutrisi, perilaku satwa, genetika, epidemiologi, One Health serta konservasi.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu sumber pengetahuan yang dapat dibagikan kepada mitra konservasi, termasuk dalam pengembangan pengelolaan satwa di Bandung Zoo.
Vantara sebelumnya juga telah memiliki kesempatan untuk memahami kondisi satwa di Bandung Zoo. Kunjungan kali ini menjadi bagian dari keterlibatan yang lebih luas dan membuka peluang pertukaran pengetahuan antara kedua institusi.
Bandung Zoo Didorong Jadi Ruang Konservasi di Tengah Kota
Dengan pengalaman mengelola Faunaland Ancol dan Faunaland Buperta Cibubur, Faunaland melihat Bandung Zoo memiliki peluang untuk berkembang sebagai city zoo yang sesuai dengan karakter Kota Bandung.
Kebun binatang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, tetapi juga ruang konservasi, edukasi dan ruang hijau yang memiliki kedekatan dengan masyarakat perkotaan.
“Bandung Zoo memiliki hubungan yang sangat dekat dengan masyarakat Bandung. Kami ingin mempertahankan kedekatan tersebut sekaligus meningkatkan standar pengelolaannya. Kesejahteraan satwa, konservasi dan edukasi akan menjadi bagian penting dari perjalanan Bandung Zoo berikutnya,” ujar Danny.
Ke depan, Faunaland dan Vantara akan terus melakukan pertukaran pengetahuan serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang kesejahteraan satwa dan konservasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah awal dalam membangun standar pengelolaan Bandung Zoo yang semakin memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan satwa, sekaligus memperkuat fungsi konservasi dan edukasi bagi masyarakat Kota Bandung.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
