JAKARTA,iNewsBandungRaya.id - Bagi sebagian perempuan, usaha bukan sekadar sumber penghasilan. Dari dapur rumah, kios kecil, hingga lapak sederhana, usaha menjadi cara untuk menopang kebutuhan keluarga sekaligus membuka peluang untuk tumbuh dan mandiri.
Potensi tersebut terlihat di Kota Bandung, di mana menurut data dari Dinas Koperasi dan Perempuan, sebanyak 64,5% pelaku UMKM merupakan perempuan yang bergerak di sektor kuliner, fesyen, perdagangan, dan kerajinan tangan (handicraft).
Melihat potensi tersebut, PT Sun Life Financial Indonesia - Unit Usaha Syariah (Sun Life Syariah) bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) menghadirkan Program UMKM Naik Kelas di Kecamatan Antapani, Kota Bandung, yang didukung melalui dana infak PT Sun Life Financial Indonesia - Unit Usaha Syariah (Sun Life Syariah).
Kecamatan Antapani dipilih karena memiliki potensi ekonomi mikro yang besar dengan lebih dari 2.500 unit UMKM yang didominasi sektor kuliner. Sekitar 40% pelaku UMKM kuliner di wilayah tersebut merupakan perempuan.
Namun, di balik potensi itu, pelaku usaha masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal kerja, pencatatan keuangan yang belum konsisten, kesulitan menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), keterbatasan legalitas dan standardisasi produk, serta akses pemasaran digital yang masih terbatas.
Program ini melibatkan 15 pelaku UMKM binaan sebagai penerima manfaat utama dengan masa pendampingan selama 12 bulan. Pendekatan yang digunakan bukan bantuan lepas, melainkan penguatan kapasitas (capacity building) agar peserta mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
