“Saya pikir gini. Banyak juga Bobotoh yang bilang 'tambah pemain, tambah pemain'. Saya selalu bilang, bahwa managing locker room itu enggak semudah itu,” kata Adhitia, Senin (21/9/2026).
Ia mengibaratkan ruang ganti pemain layaknya sebuah lingkungan pertemanan yang sudah mapan dan nyaman. Memasukkan figur baru tanpa perhitungan matang dikhawatirkan justru merusak dinamika positif yang telah terbangun di dalam tim.
“Managing locker room itu bayangin kalian punya tempat tongkrongan yang udah nyaman, enak, terus tiba-tiba ketambahan satu teman yang belum tentu cocok sama kalian, yang punya potensi kemudian ngerusak locker room yang lagi hangat, jadi enggak hangat,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Adhitia menekankan bahwa keputusan final mutlak berada di tangan tim sporting yang dipimpin oleh Igor Tolic dan Stanley Bernard. Manajemen dipastikan akan selalu berdiri di belakang apapun keputusan taktis yang diambil.
“Jadi, nambahin pemain itu enggak cuman sekadar nambahin pemain berkualitas sesuai dengan kebutuhan tim. Tapi juga harus banyak yang dipikirin,” ucapnya.
“Dan orang yang paling tahu tentang hal tersebut adalah teman-teman di sporting, baik itu Igor maupun Stanley, jadi biarkanlah mereka yang berpikir, menganalisa, dan mengambil keputusan,” lanjutnya.
Pihak klub menegaskan komitmen penuh untuk mengawal langkah apapun yang dipilih oleh tim kepelatihan jelang penutupan bursa transfer ini.
“Manajemen 100%, 200% berada di belakang mereka. Mereka mau nambah, kita fine. Mereka mau dengan yang sekarang juga, kita akan support. Jadi ya, itu harus ditanyakan ke Igor sama Stanley Tapi intinya manajemen full support,” tutur Adhitia.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
