“Tentu sangat khawatir karena kemarin saja pemain sangat kelelahan karena bermain di tiga pertandingan dengan waktu yang sangat singkat. Bobotoh tadinya berharap ada pemain baru, tapi kenyataannya kan sampai kemarin (waktu penutupan) yang ditunggu-tunggu tidak ada,” ungkap Iman Saepuloh pada Kamis, 24 September 2026.
Iman menambahkan, ekspektasi publik sempat meninggi menyusul berbagai sinyal dari manajemen terkait rencana perekrutan pemain baru. Perbedaan antara wacana di awal dan realitas penutupan bursa transfer ini membuat sebagian pendukung merasa cemas akan konsistensi performa tim dalam jangka panjang.
Kekhawatiran serupa turut dilontarkan oleh Anwar Mustafa, suporter asal Indramayu. Menurutnya, keterbatasan opsi di posisi krusial membuat para pemain harus mengerahkan kemampuan maksimal demi menjaga asa juara.
“Yang jadi sorotan adalah posisi kiper dan depan yang selama ini hanya mengandalkan Teja Paku Alam dan Balsa Sekulic. Dengan waktu yang sangat padat, kalau pemain ini cedera Persib belum memiliki penggantinya yang setara,” jelas Anwar.
Sikap Tegas Manajemen di Balik Layar
Di sisi lain, manajemen klub sebelumnya telah memberikan penjelasan mengenai mekanisme pergerakan di bursa transfer. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, sempat menegaskan bahwa urusan penambahan pemain sepenuhnya berada di bawah kendali penuh tim teknis. Kebijakan klub berpatokan pada rekomendasi pelatih kepala Igor Tolic serta sporting director and advisor Stanley Bernard. Apabila jajaran pelatih menilai ada kebutuhan mendesak atas pemain tertentu, manajemen siap bergerak cepat, namun hingga tenggat waktu berakhir, tidak ada instruksi lanjutan yang berujung pada pengumuman pemain baru.
Kini, seluruh mata suporter tertuju pada bagaimana racikan taktik tim pelatih memaksimalkan potensi 28 pemain yang ada untuk melewati ujian berat di sepanjang sisa musim kompetisi.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
