Bandung Episentrum Fesyen
Wali Kota menuturkan, untuk mempertahankan Bandung sebagai episentrum fesyen, ruang-ruang inovasi harus terus dibuka. Siapa pun yang masuk ke ruang inovasi fesyen di Bandung harus siap berkompetisi dengan kompetensi dan daya saing tinggi.
Sementara itu, Indri Rindani, pembina Putri Hijabfluencer dari Albis Group, mengatakan, ajang ini sudah keempat kalinya digelar di Bandung.
Tahun ini antusiasme peserta meningkat dengan pendaftar mencapai 3.000 orang se-Indonesia. Sebelumnya hanya 1.000 pendaftar.
"Alhamdulillah kali ini sudah keempat kalinya di Bandung. Sekarang Wali Kota Bandung sangat mensupport. Bandung itu Paris van Java dan insya Allah Bandung akan menjadi kiblat fasyen muslim dunia," kata Indri.
Indri menyatakan, Hijab Influencer Indonesia merupakan satu-satunya kompetisi fesyen muslim di Indonesia dan mungkin terbesar di dunia.
Panitia memilih empat finalis dari setiap provinsi untuk berkumpul di Kota Bandung. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Secara mandiri, ujar Indri, pihaknya sudah go internasional hingga ke Eropa dan pernah diundang Kedutaan RI di Jeddah. Dengan dukungan Pemkot Bandung, diharapkan industri fesyen muslim asal Bandung bisa semakin go global.
"Secara mandiri alhamdulillah sudah di Eropa. Di Jeddah pun kita diundang Kedutaan RI Jeddah, tetapi tidak di-support pemerintah. Insya Allah dimulai dari Bandung yang mensupport kami, Bandung go global," ujar Indri.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
