Prof Didi mengaku bangga melihat antusiasme ribuan peserta dan tenaga pendidik yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat para siswa tetap tinggi meski harus menempuh perjalanan jauh dan mengikuti kegiatan di tengah cuaca panas.
"Apa pun yang dilakukan di sini adalah dalam rangka pembinaan karakter bangsa sesuai cita-cita kemerdekaan. Kita harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab. Insyaallah anak-anak kita akan menjadi anak yang saleh dan salihah," katanya.
Sementara itu, Ketua Puseur Sako Pramuka Paguyuban Pasundan sekaligus Sekjen PB Paguyuban Pasundan, Prof Budiana mengatakan, perkemahan rutin keempat ini juga difungsikan sebagai sarana pembinaan mental dan self healing bagi para siswa di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pasundan.
"Kegiatan ini menjadi wahana, terutama hari ini sangat penting sebagai self healing atau pembinaan mental bagi siswa-siswa di lingkungan sekolah Pasundan. Selain itu, ini menjadi ajang silaturahmi antar siswa agar kelak mereka bisa menjadi kader-kader bangsa yang berkualitas," kata Prof Budiana.
Ia menjelaskan, pemilihan tema besar kebudayaan berakar dari misi agung Paguyuban Pasundan yang terus konsisten merawat serta merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal di tengah tantangan zaman modern.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
