"Ini sudah masuk ke dunia real. Selain menjadi pengalaman dan portofolio, siapa tahu ke depan ada teman-teman yang bisa menjadi bagian dari DPR RI, baik sebagai protokol, humas, jurnalis maupun bekerja di lingkungan lembaga pemerintahan," katanya.
Dyah menambahkan, pengalaman tersebut diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai peluang profesi yang relevan dengan bidang Ilmu Komunikasi.
"Yang penting kita tetap mau berusaha dan berdoa," ujarnya.
Mahasiswa Dikenalkan Kompetensi Humas Pemerintahan
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Muda Sekretariat Jenderal DPR RI, Bagja Rahmatullah, S.T., M.A.P., menjelaskan sejumlah kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang kehumasan pemerintahan.
Menurut Bagja, latar belakang pendidikan memang menjadi salah satu persyaratan ketika seseorang mendaftar pada jabatan tertentu sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, kompetensi komunikasi tetap menjadi kemampuan penting dalam menjalankan tugas kehumasan.
"Kalau kamu mendaftar ke sebuah jabatan di ASN, secara kualifikasi sudah jelas. Tapi sebenarnya kompetensi apa saja yang dibutuhkan secara humas? Yang pertama, komunikasi harus jelas, harus bisa," kata Bagja.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa seorang pekerja humas harus selalu memiliki karakter ekstrovert.
Menurutnya, terdapat bagian tertentu dalam pekerjaan kehumasan yang justru membutuhkan kemampuan berpikir strategis dan tidak selalu menuntut seseorang untuk banyak berinteraksi secara langsung dengan orang lain.
"Jangan khawatir kalau jadi humas harus ekstrovert. Ada beberapa bagian di humas yang memang membutuhkan orang-orang yang pendiam karena mereka lebih banyak berpikir terkait strategi komunikasi," ujarnya.
Bagja juga mendorong mahasiswa untuk memiliki kemauan belajar karena bidang komunikasi memiliki ruang kerja yang luas.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
