Pihak kepolisian memastikan bakal membeberkan secara lengkap detail perkara ini setelah proses pemeriksaan terhadap BPA rampung.
"Saat ini terduga pelaku sedang perjalanan ke Batang. Hasil pendalaman nanti menyusul," pungkasnya.
Kronologi Mencekam dan Keselamatan Ofisial Tim
Insiden kelam tersebut bermula ketika skuad Persib Bandung U-18 dalam perjalanan pulang usai melakoni laga tandang melawan Garuda United pada ajang Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Stadion UNS, Surakarta.
Sekitar pukul 21.30 WIB, rombongan berhenti sejenak untuk beristirahat di Rest Area KM 360 Batang. Tanpa diduga, sekelompok orang yang disinyalir merupakan rombongan suporter klub lain melakukan penyerangan mendadak. Akibat peristiwa tersebut, kaca bus pecah, beberapa personel mengalami penganiayaan, dan terjadi dugaan penjarahan.
Dua anggota tim akademi Persib, yakni Ridwan dan Media Officer Pandu Persada, sempat terpisah dari rombongan utama. Ridwan berhasil menyelematkan diri dengan menumpang kendaraan salah satu orang tua pemain, sementara Pandu yang tertinggal di rest area sempat berlindung di area tambal ban sebelum dievaluasi.
Manajemen Persib Bandung menegaskan fokus utamanya saat ini adalah keselamatan seluruh elemen tim di lapangan.
"Hingga laporan ini disusun, Persib masih melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian di wilayah Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan keselamatan dan mengupayakan pengamanan serta evakuasi Pandu dari lokasi kejadian," demikian keterangan tertulis Persib yang diperoleh detikJabar, Senin (12/10/2026).
"Prioritas utama saat ini adalah memastikan Pandu berada dalam kondisi aman, memperoleh konfirmasi mengenai kondisi fisiknya, dan dapat segera meninggalkan lokasi dengan pendampingan yang diperlukan," lanjutnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
