Karhutla hingga Longsor, IKA Unpad Jabar Ikut berkontribusi Hadapi Ancaman Bencana

Susana
Ketua IKA Unpad Jabar MQ Iswara. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Pengurus Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, menantang jajaran pengurusnya untuk berkontribusi nyata meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.

Tantangan itu disampaikan Iswara usai pengukuhan pengurus IKA Unpad Pengprov Jabar 2026 di Gedung DPRD Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).

Pengurus dari Beragam Latar Belakang Jadi Modal

Menurut Iswara, keberagaman latar belakang pengurus, mulai dari birokrat, pengusaha, hingga kalangan perbankan, merupakan modal besar untuk membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengatasi berbagai persoalan pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

“Iya, tadi saya selaku ketua, kami para pimpinan bersama Sekjen dan Bendum menantang para pengurus IKA Unpad yang dari berbagai latar belakang. Tadi kan ada kepala dinas, ada pengusaha, komisaris Bank Jabar, dirut bank pun ada yang masuk, kemudian kadis. Semua stakeholder rasanya ada,” kata Iswara.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat itu berharap keahlian dan jaringan para alumni dapat disinergikan dengan program pemerintah sehingga memberi daya ungkit bagi pembangunan daerah.

“Rasanya kalau kita ikut membantu program-program pemerintah Jawa Barat, setelah kita berkomunikasi dengan baik, harusnya ada daya ungkit, ada kenaikan indikator kinerja,” ujarnya.

Target IPM Jawa Barat Naik Peringkat

Iswara menegaskan, peningkatan IPM harus menjadi fokus utama kontribusi IKA Unpad Jabar. Ia bahkan menantang pengurus untuk ikut mendorong peringkat IPM Jawa Barat naik dalam beberapa tahun ke depan.

“Makanya tadi saya tantang, Jawa Barat harus naik karena ukuran pemerintah sekarang dari Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia/IPM). Mari IPM dulu kita genjot. Tahun ini berapa, misalnya kita ke-14, tahun depan harus ke-10, misalnya, tiga tahun ke depan harus ke nomor 9,” tuturnya.

Iswara menjelaskan, ada tiga aspek utama dalam peningkatan IPM, yakni pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Di sektor pendidikan, upaya bisa diarahkan pada peningkatan rata-rata lama sekolah serta persoalan ketenagakerjaan. Di sektor kesehatan, penanganan stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi menjadi indikator yang perlu diperhatikan. Sementara itu, daya beli masyarakat perlu didorong agar pembangunan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Program kerja IKA Unpad Jabar ke depan, kata Iswara, akan diarahkan untuk mendukung peningkatan IPM beserta indikator-indikator turunannya.

Antisipasi Karhutla di Ciremai dan Gede Pangrango

Selain pembangunan manusia, IKA Unpad Jabar juga menyiapkan langkah untuk membantu penanganan persoalan lingkungan dan kebencanaan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut Iswara, sudah muncul indikasi titik panas di sejumlah wilayah Jawa Barat, khususnya di kawasan Gunung Ciremai serta Gunung Gede Pangrango.

Untuk mengantisipasinya, IKA Unpad Jabar berencana menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan melibatkan para pakar.

“Kita mungkin dalam waktu dekat akan melakukan rapat koordinasi dengan beberapa OPD terkait. Kita mengundang para pakar karena sudah ada indikasi Jawa Barat pun sudah rawan. Sudah ada indikasi beberapa titik panas di beberapa daerah, khususnya di Pegunungan Ciremai dan Gunung Gede Pangrango,” jelasnya.

Iswara juga menyebut potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung lebih panjang perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko kebakaran di kawasan hutan dan perkebunan.

Mitigasi Longsor Jelang Musim Hujan

Selain karhutla, IKA Unpad Jabar akan mendorong mitigasi bencana longsor seiring datangnya musim hujan. Pihaknya berencana berkoordinasi dengan OPD terkait dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas langkah antisipasi.

Targetkan Pengurus di 27 Kabupaten/Kota dalam 6 Bulan

Untuk memperluas kontribusi alumni, Iswara menargetkan kepengurusan IKA Unpad terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Saat ini, kepengurusan di tingkat kabupaten/kota baru ada di enam daerah.

“Iya, hari ini yang terbentuk itu baru 6. Nah, kami targetkan dalam 6 bulan ini 27 kabupaten/kota sudah terbentuk alumninya,” ungkapnya.

Selama ini, sejumlah daerah masih tergabung dalam satu kepengurusan berdasarkan wilayah aglomerasi. Ke depan, IKA Unpad Jabar akan menerbitkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk operasional (PO) agar setiap kabupaten dan kota memiliki kepengurusan sendiri.

Menurut Iswara, pemisahan ini penting karena setiap daerah memiliki struktur pemerintahan dan DPRD yang berbeda, sehingga membutuhkan pola kemitraan yang lebih efektif.

96.700 Alumni Unpad di Jawa Barat Jadi Kekuatan

Iswara menegaskan, IKA Unpad Jabar tidak hanya berfokus menjaga komunikasi antaralumni, tetapi juga mendukung kemajuan almamater dan pembangunan daerah.

“Jadi sekali lagi, IKA Unpad Pengprov Jawa Barat hadir, yang pertama tentunya menjaga komunikasi di antara para alumni. Kita juga akan membantu universitas untuk bisa mencapai level ranking 300 dunia di World Class University. Yang ketiga, kita siap hadir dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di daerah tempat tinggal dan berdomisili,” pungkasnya.

Dari sekitar 320.000 alumni Unpad, sebanyak 96.700 orang berdomisili atau bekerja di Jawa Barat. Menurut Iswara, besarnya jumlah alumni ini menjadi potensi strategis untuk mendukung program pembangunan daerah sekaligus memperkuat kontribusi IKA Unpad di tingkat nasional.

Editor : Rizal Fadillah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network