Lebih lanjut, Cucun menyoroti pentingnya akademisi dan perguruan tinggi Islam khususnya UIN untuk lebih mendalami kisah-kisah kenabian dari sudut pandang ilmu manajemen dan kebijakan publik modern. Ia menyayangkan bahwa konsep riset berbasis kisah risalah ini justru telah dipelajari dan diadopsi lebih dulu di dunia barat.
"Buku ini mengajak bagaimana kisah Nabi Yusuf melalui perspektif manajemen kebijakan publik. Yang anomalinya, di kita ini terutama di UIN, nggak pernah terpikirkan, padahal di dunia barat sana, sudah mulai ada konsep The Joseph Cycle, Siklus Nabi Yusuf. Dan ini dipakai oleh teori ekonomi barat," pukasnya.
Melalui buku "Strategi Fiskal Nabi Yusuf", Cucun berharap dunia akademis dan para pemangku kebijakan publik dapat terus menggali inspirasi nilai-nilai keislaman serta mengintegrasikannya ke dalam formulasi kebijakan ekonomi strategis bangsa demi kesejahteraan rakyat.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
