“Integrasi ESG kini menjadi bagian penting dari daya saing bisnis di kawasan ASEAN. Perusahaan perlu melihat ESG bukan sekadar sebagai pemenuhan regulasi, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis untuk menghadapi perubahan standar perdagangan global, ekspektasi pasar, serta tuntutan investor,” ujar Reynaldi.
Reynaldi menambahkan, keberanian menyuntikkan elemen lingkungan dan sosial dalam tiap pengambilan keputusan strategis bakal membentengi perusahaan dengan daya saing yang kokoh serta berjangka panjang.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Embedding ESG into Business Strategy: Building Sustainable and Competitive ASEAN Enterprises”, Reynaldi berbicara di hadapan ratusan praktisi teknik dari berbagai negara Asia Tenggara di Pullman Bandung International Convention Center, 20-22 Oktober 2026.
Forum teknik tingkat regional tersebut mengupas aneka isu krusial, mulai dari penguatan infrastruktur cerdas, adaptasi krisis iklim, percepatan energi terbarukan, hingga modernisasi digital di bidang keinsinyuran.
Partisipasi aktif Olahkarsa Group dalam helatan ini diharapkan mampu menyulut sinergi lintas generasi antara para insinyur dan calon pemimpin ASEAN, demi mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi hijau yang tangguh di rantai pasok global.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
