Terancam Kehilangan Pekerjaan, Ribuan Nakes Honorer Tuntut Ridwan Kamil Turun Tangan

Rizal Fadillah
.
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:05 WIB
Ribuan nakes honorer se-Jabar menggelar unjuk rasa di Gedung Sate, Kota Bandung. (Foto: iNews/Ervan David)

BANDUNG, INEWSBANDUNGRAYA - Ribuan tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Barat terancam kehilangan pekerjaan menyusul rencana penerapan kebijakan penghapusan tenaga kerja honorer tahun depan.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menghapus status pegawai honorer di setiap instansi pemerintahan pada 28 November 2023.

Hal ini tertuang dalam surat Menteri PANRB No. B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Atas kondisi tersebut, ribuan nakes menggelar aksi unjuk rasa menuntut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil turun tangan dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Ketua Forum Komunikasi Honorer Fasyankes, Suhendri mengatakan, para nakes yang berasal dari berbagai daerah di Jabar, mulai dari Bandung, Karawang, Bekasi, Subang, Tasikmalaya, hingga Pangandaran ini menuntut haknya untuk diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Jangan sampai tenaga honorer yang sudah mengabdi lama ini kemudian hilang pekerjaannya dikarenakan kebijakan penghapusan tenaga kerja honorer yang dimulai pada tahun depan," kata Suhendri di sela aksi unjuk rasanya, Jumat (5/8/2022).

Menurutnya, aksi unjuk rasa sengaja digelar karena langkah persuasif yang telah ditempuh hingga kini belum membuahkan hasil yang diharapkan.

"Kami di setiap kabupaten/kota sudah melakukan sesuatu untuk konsolidasi persuasif dan sampai sekarang belum menghasilka sesuatu yang berpihak kepada kami," ungkapnya.

Suhendri mengungkapkan, bahwa para nakes honorer yang berunjuk rasa ini telah bekerja mati-matian menyelamatkan masyarakat, khususunya saat pandemi Covid-19 melanda Jabar. 

Terlebih, para nakes honorer ini tidak hanya bekerja di fasilitas kesehatan besar, melainkan juga fasilitas kesehatan kecil, seperti Posyandu.

"Oleh karenanya, kami dari non-ASN nakes maupun non-nakes yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan diakomodir dan diangkat sebagai ASN," jelasnya.

Lebih lanjut, Suhendri mengatakan, persoalan yang dihadapi nakes honorer di Jabar bukan hanya sebatas status pekerjaan. Lebih dari itu, tingkat kesejahteraan nakes honorer pun terbilang masih rendah.

"Sampai saat ini, kami intinya masih mendapatkan upah atau honor di bawah layak," tandasnya.

Sebagai informasi, ribuan nakes honorer menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (5/8/2022).

Dalam aksinya, mereka menuntut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk mengangkat status mereka menjadi PPPK. 

"ASN harga mati, ASN harga mati, ASN harga mati," ujar salah seorang orator yang diikuti seluruh peserta demonstrasi.

Mereka bahkan memohon-mohon kepada Ridwan Kamik untuk segera mengangkat statusnya. Terlebih, para nakes telah berjuang mati-matian selama pandemi Covid-19.

"Pak Gubernur, mohon kami diangkat sebagai ASN tanpa pengeculian. Selama pandemi menolong mati-matian, lihat dengan hati nurani," tegas orator lainnya. 

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini