Bikin Geram, Siswa SLB Dianiaya dan Dibully Siswa SMA Viral di Media Sosial

Rizal Fadillah
.
Rabu, 21 September 2022 | 12:47 WIB
Siswa SLB dianiaya oleh sejumlah siswa SMA di Kabupaten Cirebon. Video penganiayaan itu viral di medsos. (Foto: tangkapan layar video)

CIREBON, INEWSBANDUNGRAYA - Beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa SMA tengah membully dan melakukan penganiayaan terhadap seorang siswa sekolah luar biasa (SLB).

Video yang viral di media sosial Facebook tersebut dibagikan oleh akun Teras Warga. Dalam video tersebut tertulis jika penganiayaan terjadi di Desa Bojong Kulon Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Dalam video berdurasi kurang lebih 19 detik itu memperlihatkan penganiayaan yang dilakukan oleh siswa SMA terhadap siswa SLB. Tampak siswa SLB yang diketahui bernama  Zaki ditendang dan diinjak oleh salah seorang siswa SMA yang bertubuh besar.

Bahkan, siswa SMA yang belum diketahui namanya itu, menendang korban sembari mengisap sebatang rokok. Meskipun korban terlihat menangis karena kesakitan, pelaku tanpa belas kasihan, sembari tertawa pelaku tetap menganiaya korban.

Sontak, aksi para siswa SMA tersebut menuai beragam komentar pedas dari netizen yang merasa geram dengan perbuatan mereka. Tidak sedikit, netizen mengecam perbuatan tersebut dan meminta pelaku segera ditangkap. 

"Tolong segera tangkap pelakunya, tidak mencerminkan anak berpendidikan" ucap pemilik akun @Nuzurul Syam.

"Setuju min, kalau pelakunya ditangkap, diinjak lagi pundaknya, biar kapok" tulis pemilik akun @Ira Ira.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Polsek Susukan, Polresta Cirebon, Iptu Rinduwan membenarkan telah terjadi penganiayaan, korban sudah melaporkan insiden yang sempat viral di jejaring media sosial.

"Iya benar emas, Korban sudah membuat laporan, kami langsung terima. Kejadiannya di sebuah gubuk yang ada di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon," kata Iptu Rinduwan saat dihubungi MNC Portal Indonesia (MPI), Selasa (20/09/2022).

Karena korban tidak terdapat luka-luka. Baik pelaku maupun korban masih status pelajar. Pihaknya mengarahkan kasus tersebut ke Polresta Cirebon.

"Kasusnya langsung kami arahkan ke Polresta Cirebon karena keduanya (korban dan pelaku) masih di bawah umur atau berstatus pelajar," tandasnya.

Editor : Rizal Fadillah
Bagikan Artikel Ini