Slank Guncang Panggung Supermusic United Day 9, Bikin Belasan Ribu Penonton Bergoyang
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Band rock papan atas Indonesia, Slank menghipnotis belasan ribu pecinta musik yang menghadiri gelaran Supermusic United Day 9 di Tritan Point, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (8/2/2026).
Slank yang beranggotakan Kaka (vokal), Abdee (Gitar), Ridho (Gitar), Ivanka (Bass), dan Bimbim (Drum) membuka penampilannya lewat lagu I Miss You But I Hate You yang langsung disambut meriah para penonton. Karakter suara Kaka yang nyaris tak berubah sejak Slank bediri 36 tahun silam tersebut mampu memancing para penonton bernyanyi dan bergoyang bersama. Aksi Kaka yang tampil telan jang dada pun cukup memukau para slanker pada konsernya yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut.
Tak kurang dari 14 lagu dibawakan Slank selama lebih kurang 1 jam tersebut, termasuk 2 lagu berkolaborasi dengan band Sukses Lancare Rejeki, serta 1 lagu Slank yang dinyanyikan Bimbim. Sejumlah lagu hits Slank, khususnya dari album-album lama disajikan kepada para penggemarnya dengan apik. Seperti lagu Mawar Merah, Seperti Para Koruptor, Tonk Kosong, Virus, Koepoe Liarkoe, Lembah Baliem, Terlalu Manis, Orkes Sakit Hati, dan Ku Tak Bisa yang menjadi lagu penutup sebelum berkumandangnya azan Magrib.
Perwakilan Supermusic Regional Bandung, Tries Pondang mengakui, kehadiran Slank pada gelaran United Day 9 ini menjadi pembeda dana daya tarik tersendiri bagi para pecinta musik. Menurut Tries, Slank memang sudah ditunggu-tunggu pada penggemar. Hal tersebut seusai dengan permintaan para pecinita musik yang disampaikan kepada penyelenggara, khususnya lewat media sosial.
Tries menegaskan, di setiap tahun penyelengaraan United Day yang digelar bekerja sama dengan Hellprint, pihaknya memang berusaha menghadirkan sejumlah band papan atas Indonesia. Selain tentunya menampilkan band-band asal Bandung atau Jawa Barat, juga daerah lainnya. Seperti pada tahun ini, selain Slank, juga tampil Burgerkill dan The Sigit sebagai penampil utama di United Stage.
“Setiap tahun kami selalu menghadirkan talent Tier 1 (papan atas). Tahun lalu ada Superman Is Dead, dan tahun ini kami menghadirkan Slank, yang memang sudah cukup lama juga tidak tampil di Bandung,” ungkap Tries.
“Tim Hellprint sangat memahami kebutuhan audiens, khususnya penikmat musik dengan genre seperti ini. Itu terlihat dari pembagian 5 panggung yang semuanya hidup. Bahkan panggung kecil pun tetap ramai dan dinikmati oleh penonton,” sambung Tries.

Jadi Event Ikonik Kota Bandung, Lahirkan Musisi-musisi Andal
Tries sendiri menilai euforia United Day 9 yang mengusung tema ‘Unsplit & Equal’ tersebut sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa United Day sudah menjadi event ikonik di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung. Menurut Tries, penyelenggaraan United Day kali ini bisa dikatakan paling wah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu faktornya yakni venue Tritan Point yang sangat mendukung konsep dan kemasan acara yang dirancang bersama Hellprint. “Bandung memang membutuhkan venue seperti ini untuk mengakomodasi festival musik berskala besar,” tegas Tries.
“Menariknya, penonton tidak hanya datang dari Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah, seperti Jawa Tengah. Mereka melihat United Day sebagai festival musik yang punya karakter tersendiri, terutama identitas musik rock yang kuat dan selalu mereka nantikan,” ujar Tries.
Dari penyelenggaraan United Day ini, Tries berharap Bandung yang banyak melahirkan banyak band dan musisi, bisa bersaing di tingkat nasional. “Supermusic ingin mengambil peran di situ, khususnya sebagai brand yang hadir di regional Bandung dan punya kepedulian terhadap perkembangan musik. Kami ingin menghadirkan festival musik yang punya diferensiasi, berbeda dari festival lainnya. Targetnya, United Day bisa menjadi festival musik idaman bagi para pecinta musik di Bandung dan Jawa Barat,” papar Tries.
Ke depan, Tries pun berharap Bandung sebagai kota kreatif bisa terus melahirkan event-event musik ikonik yang punya karakter sendiri. “Bandung harus punya kebanggaan. Festival musik dengan identitas Bandung dan Jawa Barat. Saya yakin Hellprint dan United Day adalah salah satu event yang punya karakter dan roh, dan selalu dinantikan oleh para pecinta musik,” pungkas Tries.

Hadirkan 53 Band berbagai Genre di 5 Panggung selama 13 Jam
Sementara itu, Promotur Hellprint, Dany Kajul mengaku agak terkejut dengan antusiasme masyarakat menghadiri Unted Day kali ini. Padahal harga tiket yang dijual lumayan mahal, yakni antara Rp125 ribu hingga 150 ribu untuk presale, dan on the spot Rp250 ribu dengan kuota hanya 2.000 tiket.
“Jujur saja, saya kaget. Karena dari awal target kami sebenarnya tidak sebanyak ini. Di jam sekitar 18.30 WIB, berdasarkan data checker, masih ada sekitar 4 ribu orang yang belum masuk area. Sementara ini, jumlah penonton sudah di kisaran 17 ribu orang dan masih terus bertambah. Mudah-mudahan bisa tembus 20 ribu penonton. Alhamdulillah cuaca juga mendukung, cerah dan aman,” ujar Kajul.
Menurut Kajul, tingginya minat masyarakat menghadiri United Day kali ini, tak lepas dari para pengisi acara atau band-band yang tampil. Total ada 53 band berbagai genre yang tampil di 5 panggung, yakni di area tengah, United Stage, Nois Stage, dan Infinity. Juga ada 2 panggung yang lebih kecil, yakni United We Are Stage dan Kecil Tapi Party Stage.
Mereka tampil lebih dari 13 jam mulai pukul 10.30 WIB hingga menjelang tengah malam. The Sigit dan Slank menjadi band penutup para penampilan di pagi hingga sore hari. Sedangkan pada malam harinya diakhiri dengan penampilan Burgerkill, FSTVLST, dan Rebellion Rose yang beraksi di United Stage. Ada pula band-band baru seperti band-band baru Sukses Lancare Rejeki, serta band era 90-an seperti Injected dan Hellgods.
“Yang paling terlihat tentu kehadiran Slank. Itu bukan keputusan asal. Banyak permintaan masuk, terutama lewat DM, agar Slank diundang. Sekarang Slank juga punya basis penonton anak muda, sementara target kami ada di rentang usia 18–35 tahun. Jadi akhirnya kami putuskan mengundang Slank,” jelas Kajul.
Untuk ke depannya, ujar Kajul, Hellprint dan Supermusic yang telah bekerja sama selama 15 tahun, ingin mengelar United Daa tidak hanya di Bandung. Tapi bisa kembali menggelar acara serupa di kota-kota lainnya di Indonesia. “Dulu kami pernah tur di 4 provinsi dan 96 kota sekitar tahun 2016-2017. Mudah-mudahan setelah Lebaran tahun ini, rencana tur bisa kembali dijalankan bersama Supermusic,” tutup Kajul.
Senada dengan Kajul, harapan serupa juga disampaikan vokalis The Sigit, Rektivianto Yoewono. Rekti menyebut, United Day sebagai festival musik merangkul banyak genre, tidak hanya rock atau metal. Seperti The Sigit yang tidak sekeras musik rock, turut dirangkul untuk tampil di atas panggung.
"Kalau kita perhatian dari atas panggung, penonton sangat terlihat menikmati. Tidak hanya penonton yang pakai kaus The Sigit, tapi ada banyak yang pakai kaus metal dan band-band lain pun ikut menikmati dan ikut singlong (bernyanyi bersama). Saya sih terkejut, juga senang,” ucap Rekti.
"Dari pribadi saya sih, saya berharap United Day ini bisa memperluas jangkauannya ke luar Bandung. Ada rangkaian setidaknya di kota-kota di Jawa Barat. Kalau bisa sampai Jakarta, Pulau Jawa aja dulu. Supaya bisa mengharumkan nama Bandung," pungkasnya. (*)
Editor : Abdul Basir