Masyarakat Bandung Butuh Pemimpin Perhatian, Bukan Merakyat

Pramoedya
.
Rabu, 21 September 2022 | 20:40 WIB
Masyarakat Kota Bandung membutuhkan sosok Pemimpin yang perhatian. Foto/Internet

BANDUNG, INEWSBANDUNGRAYA - Masyarakat Bandung nampaknya bukan lagi menginginkan pemimpin yang religius atau bersih dari korupsi. Lebih jauh masyarakat membutuhkan pemimpin yang perhatian.,

Hal itu diketahui dari hasil survei yang dilakukan Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC). Survej itu dilakukan pada 20 Juli 2022 sampai 30 Juli 2022.

Saat itu responden ditanyakan terkait faktor yang paling penting dimiliki oleh calon presiden, gubernur, bupati atau wali kota yang pada akhirnya tertarik untuk dipilih.

Hasilnya, pemimpin yang perhatian pada rakyat mendapatkan presentase 17 persen. Kemudian disusul kualitas kepemimpinan baik 15,7 persen.

Sedangkan memperjuangkan kepentingan rakyat 15,3 persen, merakyat atau sederhana 10,3 persen dan pintar/intelektual/berpendidikan 7,6 persen.

Sedangkan religius dan bersih dari korupsi tidak masuk di jajaran lima besar. Di urutan ke enam ada tegas dengab 5,2 persen.

Di bawahnya asa religius atau taat beragama 3 persen dan jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi 2,8 persen.

Fenomena ini bisa mengartikan masyarakat Bandung membutuhkan pemimpin yang perhatian pada rakyat. Tak dipungkiri, situasi pasca pandemi Covid-19 yang melanda turut mempengaruhi.

Di masa pemulihan ekonomi ini, masyarakat jelas butuh pemimpin yang perhatian dan tau kebutuhannya. Terlebih harga-harga kebutuhan pokok dan sebagainya tengah melambung.

Apakah ini akan dijawab oleh pemimpin yang akan bertarung di Pilkada 2024?. Di Bandung, sejumlah nama sudah digadang-gadang masuk bursa Pilkada Kota Bandung 2024.

Hasil survei IPRC dua paling atas menempatkan Yana Mulyana dan Atalia Praratya bersaing ketat di urutan satu dan dua. 

​​

Editor : Zhafran Pramoedya
Bagikan Artikel Ini