Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Anak Muda dan Perkuat Akar Rumput, Gema Bangsa Siap Gebrak Jawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

Belum Musim Kemarau, Warganet Keluhkan Cuaca Panas di Bandung Raya: Haus

Jum'at, 22 Maret 2024 | 13:15 WIB
  • author Rina Rahadian
Belum Musim Kemarau, Warganet Keluhkan Cuaca Panas di Bandung Raya: Haus
Ilustrasi cuaca panas. Foto: Istockphoto

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Cuaca panas menyengat wilayah Bandung Raya beberapa hari terakhir ini. Atas kondisi tersebut, banyak warganet yang mengeluhkan hal tersebut ditambah tengah menjalankan ibadah puasa.

Seperti dikutip dari Instagram @infobandungkota, banyak warganet yang berkomentar terkait cuaca panas di Kota Bandung.

“Bandung dikit-dikit ngaheab, dikit-dikit hujan, dikit-dikit..” tulis @infobandungkota sambil menampilkan cuaca cerah di Kota Bandung.

Warganet @ach*** pun mengakuinya bahkan kulitnya sampai sakit.

“Ti kamari min peurih pisan kanu kulit meledaks,” tulisnya.

Selain itu, ada juga yang curhat harus mengeluarkan usaha lebih banyak untuk bertahan hidup di tengah cuaca panas Kota Bandung.

“Pulang kerja panas gini, effort untuk bertahan hidup lebih besar, sampe rumah cape banget,” tulis akun @vin***

Sementara itu, ada pula warganet yang mengeluh kehausan akibat cuaca panas tersebut.

“Ker puasa kieu dibere panas nu aya haus,” tulis akun @ran**

Perlu diketahui, penyebab suhu panas terik saat siang melanda Kota Bandung akhir-akhir ini disebabkan oleh fenomena equinox.

Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

“Equinox bukan merupakan fenomena seperti Heat Wave (Gelombang Panas) yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama,” tulis keterangan unggahan di akun Instagram resmi PPID BMKG, dikutip Jumat (22/3/2024).

Dampak equinox tersebut salah satunya adalah intensitas paparan sinar matahari yang masuk ke bumi akan menjadi paling maksimal khususnya untuk wilayah di garis lintang 0 derajat. 

Hal Ini lah yang mengakibatkan cuaca lebih panas menyengat dibanding siang hari pada kondisi normal.

Editor: Zhafran Pramoedya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut