Kisah Cuit Babywear, UMKM Bandung yang Sukses Perluas Pasar hingga Luar Jawa
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Membangun bisnis pakaian bayi dan anak membutuhkan lebih dari sekadar memahami produk yang diminati pasar. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga perlu memastikan pengelolaan arus kas berjalan baik, modal kerja tetap tangguh, dan ketersediaan bahan baku terpenuhi agar pertumbuhan bisnis berlangsung berkelanjutan.
Hal inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Cuit Babywear dalam mengembangkan skala usahanya. Melalui fasilitas kredit UMKM dan ekosistem pemberdayaan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA), jenama pakaian anak asal Bandung ini berhasil membenahi operasional, memperkuat kapasitas rantai pasok, hingga mencetak lompatan pertumbuhan omzet beberapa tahun terakhir.
Direktur sekaligus Owner Cuit Babywear Hans Saputra mengungkap, dia mulai merintis bisnis pada 2016 berkat kejelian melihat permintaan pakaian bayi yang konsisten tanpa bergantung tren tertentu. Mengandalkan penjualan daring (online) di awal pendiriannya, Cuit Babywear mengalami pertumbuhan pesat hingga mendorong perusahaan untuk merambah toko fisik secara agresif pada 2021.
Namun, pada 2022 perusahaan sempat mengalami tekanan likuiditas akibat ekspansi terlampau cepat tanpa diimbangi kesiapan tata kelola operasional dan manajemen rantai pasok yang memadai.
“Waktu itu saya terlalu percaya diri dan terburu-buru berekspansi. Untuk itu, kami harus belajar lagi dari awal, mulai dari menata supply chain, strategi pemasaran, sampai pada tata kelola perusahaan yang lebih sehat,” kata, Hans dikutip, Jumat (23/10/2026)
Editor: Abdul Basir