Dedi Mulyadi Pertama Kali Rayakan Lebaran Bersama Warga Bandung

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan kebahagiaannya merayakan Idul Fitri 1446 H bersama masyarakat di Lapangan Gasibu.
Salat Id di Lapangan Gasibu merupakan pengalaman pertama bagi Dedi Mulyadi, setelah biasanya merayakan Lebaran di Alun-alun Kian Santang Purwakarta atau halaman rumahnya.
"Ini Lebaran pertama saya di Gasibu, biasanya Lebarannya di Alun-alun Kian Santang Purwakarta atau di halaman rumah saya. Artinya ini adalah Lebaran pertama yang dilaksanakan bersama warga Kota Bandung," ucap Dedi Mulyadi usai melaksanakan Salat Id di Lapangan Gasibu, Senin (31/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Dedi menyoroti antusiasme warga dari berbagai daerah di Jabar yang hadir di Lapangan Gasibu. Dia menyebut bahwa banyak warga dari Lampung, Kalimantan, Garut, Karawang, dan Cianjur yang sengaja datang untuk melaksanakan Salat Id di lapangan ikonik ini.
"Saya lihat tadi ada yang dari Lampung, ada yang dari Kalimantan, ada yang sengaja dari Garut shalat id di sini, dari Karawang shalat id di sini, ada yang dari Cianjur. Saya lihat hampir seluruh pelosok Jawa Barat banyak warganya yang datang ke sini untuk melaksanakan shalat id," ungkapnya.
Di sisi lain, Dedi menyampaikan apresiasinya terhadap peningkatan pembayaran zakat fitrah yang mencapai lebih dari 100%. Menurutnya, hal ini menandakan meningkatnya kesadaran dan kemampuan ekonomi masyarakat Jabar.
"Yang paling utama adalah kenaikan pembayaran zakat fitrah, kenaikannya lebih dari 100%. Artinya itu menandakan kesadaran dan kemampuan orang untuk membayar zakat udah semakin meningkat dan kualitas ekonomi kita masih relatif sangat baik," katanya.
Selain itu, Dedi juga memaparkan kondisi kondusif selama malam takbiran dan arus mudik di Jabar. Dia menilai, koordinasi lintas sektoral antara Forkopimda dan pemerintah pusat berjalan efektif, serta kesadaran warga yang tinggi.
"Kemudian juga kegiatan malam takbiran dalam keadaan lancar, tidak ada peristiwa-peristiwa yang menonjol. Kemudian arus mudik terkelola dengan baik, ini menandakan bahwa koordinasi lintas sektoral baik antar Forkopimda di Provinsi Jawa Barat maupun pusat dengan daerah berjalan dengan efektif dan kesadaran warga," terangnya.
Dedi juga menyoroti pengaruh positif media sosial dalam meningkatkan kesadaran sosial dan tanggung jawab lingkungan di kalangan masyarakat.
Dia pun mengapresiasi efektivitas himbauannya terkait perang terhadap premanisme dan larangan permintaan THR, yang turut menciptakan kekhusyukan selama perayaan Lebaran.
"Termasuk juga himbauan saya perang terhadap premanisme, larangan minta THR, itu melahirkan kekhusuan dalam persitiwa kegiatan 1 Syawal ini," ujarnya.
"Saya mendapat laporan dari mulai Desa, Kelurahan, Kabupaten/Kota di seluruh Provinsi Jawa Barat, mereka menyampaikan ‘Kami hari ini ga pusing lagi, ga banyak orang yang datang ke kantor minta THR, sudah relatif sangat sepi’," tambahnya.
Dedi Mulyadi berharap, kondisi kondusif dan peningkatan kesadaran masyarakat ini dapat terus terjaga, demi kemajuan dan kesejahteraan Jabar.
Editor : Rizal Fadillah