Meneladani Sunnah Nabi, Ini Keutamaan Salat Id di Lapangan Terbuka

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Salat Idulfitri merupakan ibadah istimewa yang menjadi penutup dari puasa Ramadhan. Dalam pelaksanaannya, Rasulullah SAW memberikan teladan yang jelas mengenai waktu dan tempat yang paling utama untuk menunaikan salat ini.
Salah satu sunnah yang sangat ditekankan adalah melaksanakan salat Id di lapangan terbuka, sebuah tradisi yang mencerminkan keagungan syiar Islam dan kebersamaan umat. Berikut adalah uraian mengenai keutamaan salat Id di lapangan berdasarkan sunnah Nabi.
Waktu Pelaksanaan Salat Id
Salat Id memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Salat Idul Fitri dilaksanakan setelah matahari terbit dan telah meninggi setara dua kali panjang penggalah, kurang lebih setinggi 6 meter. Dengan kata lain, waktu pelaksanaan salat Id ini hampir serupa dengan waktu salat Dhuha.
Dasar dari ketentuan ini terdapat dalam hadis berikut:
عَنْ جُنْدُبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِنَا اْلفِطْرَ وَالشَّمْسُ عَلَى قيدِ رَمْحَيْنِ أَوِ اْلأَضْحَى عَلَى قِيْدِ رَمْحٍ. [أخرجه أحمد].
“Diriwayatkan dari Jundub, ia berkata: Adalah Nabi SAW melakukan salat Idul Fitri bersama kami ketika matahari setinggi dua penggalah dan Idul Adha ketika matahari setinggi satu penggalah.” [HR. Ahmad].
Penentuan waktu ini bukan sekadar aturan teknis, melainkan bagian dari sunnah yang mengandung hikmah, seperti memberikan kesempatan kepada umat untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum menunaikan salat yang penuh keberkahan ini.
Editor : Agung Bakti Sarasa