Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Stabilitas Harga Pangan, Bulog Jabar Serap 754 Ton Gabah Petani
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Locavore Society: Makan dari Bumi Sendiri

Sabtu, 01 November 2025 | 17:39 WIB
  • author Muhammad Rafki Razif
Indonesia Locavore Society: Makan dari Bumi Sendiri
Indonesia Locavore Society. (Foto: M Rafki)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ketergantungan Indonesia terhadap pangan impor kini kian mengkhawatirkan. Di tengah angka impor beras, gandum, dan kedelai yang terus melonjak, Indonesia Locavore Society (ILS) hadir membawa sebuah gerakan budaya pangan yang ingin mengembalikan kedaulatan bangsa lewat cara paling sederhana: memilih makan dari bumi sendiri, Sabtu (1/11/2025) di Bandung.

“Indonesia ini negara pengimpor pangan terbesar di dunia. Kebanyakan berbasis gandum. Ini sesuatu yang menurut saya sudah alarm,” ujar Syarif Bastaman, Pembina sekaligus Inisiator ILS.

Baginya, lonjakan impor pangan bukan sekadar soal ekonomi, melainkan juga soal jati diri bangsa.

Data Januari–Agustus 2025 mencatat, impor beras mencapai 3,05 juta ton, naik 92% dibanding tahun sebelumnya. Impor gandum menembus 8,43 juta ton, kedelai 2,05 juta ton, dan gula 3,38 juta ton. Semua angka itu menandakan satu hal: swasembada pangan yang dulu menjadi cita-cita nasional, kini hanya tinggal jargon.

“Kalau ketergantungan impor bisa dikurangi, pertumbuhan ekonomi pun terbantu. Uang kita tidak lagi dihambur-hamburkan ke luar negeri,” lanjut Syarif.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut